oleh

BORAK Persiapkan Agenda untuk Menyongsong Tegaknya Kembali Reformasi

RadarKotaNews – Border Rakyat (Borak) Natado Putrawan beberkan pembentukan Borak sebagai organisasi taktis bertujuan untuk menegakkan Reformasi, menegakkan supremasi sipil, memperkuat soliditas rakyat dan mengawal agenda Tuntutan 7+ hingga menang Maka dari itu, tidak ada alasan bagi Borak untuk berhenti dan berdiam ketika segala tuntutan belum sampai pada titik kemenangan.

“Sejumlah agenda telah dipersiapkan untuk menyongsong tegaknya kembali Reformasi,”kata Natado saat konprensi pers di gedung LBH jalan Diponegoro, Jakarta pusat, Minggu (13/10).

Disamping itu, agenda Tuntutan 7+, dengan melihat situasi Republik Indonesia yang semakin carut-marut. Maka, Borak menyikapi beberapa peristiwa yang terjadi, sebagai berikut :

Pertama, menimbang, pada bulan Mei lalu, terdapat upaya ancaman pembunuhan terhadap Jenderal TNI (Purn.) Wiranto dan disusul peristiwa upaya penusukan pada bulan Oktober ini, Mengingat Borak tidak membenarkan peristiwa tersebut, serta demi menjaga kondisi keselamatan dan kesehatan Jenderal TNI (Purn.) Wiranto maka Borak mendesak pemerintahan Jokowi-JK untuk mengistirahatkan dan membebas tugaskan Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Wiranto S.H., S.I.P., M.M. di akhir jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Kedua, Borak juga mendesa Kepolisian Republik Indonesia untuk membuka data para demonstrasi korban kekerasan, penangkapan, hilang dan Memberikan ruang advokasi terhadap korban.

Ketiga, mengecam tindakan Rektorat Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) atas pembredelan LPM Teropong.

Lebih lanjut kata Natado, mengingat agenda ‚ÄúTuntutan 7+” yang belum mencapai titik kemenangan dan Reformasi belum ditegakkan maka, Borak akan memberikan surat terbuka kepada Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia, dengan maksud, “meminta kepada para Pimpinan Perguruan Tinggi untuk membuka ruang yang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkumpul, berserikat dan menyampaikan pendapat dalam bentuk apapun, sesuai dengan amanat konstitusi,”

Tidak hanya itu, Borak akan tetap melakukan aksi berturut-turut dengan beberapa tahapan eskalasi sebagai bentuk upaya untuk memenangi segala tuntutan dan mewujudkan tegaknya reformasi serta dalam waktu dekat Borak akan melakukan aksi simbolik yang bertujuan untuk mengabarkan kepada masyarakat seluruh Indonesia, bahwa terdapat praktik hina dan keji yang dilakukan aparat Kepolisian pada saat melakukan penanganan terhadap massa aksi.

Selain itu, Borak juga menyerukan kepada seluruh Mahasiswa, Pelajar, Buruh, Tani, Nelayan, Jurnalis, Medis, dan Masyarakat Sipil untuk tetap melakukan kegiatan yang bertujuan untuk mengawal agenda Tuntutan 7+ dapat dilakukan dengan berupa tulisan, poster, pamflet, karya seni, demonstrasi, dll.

“Pembacaan surat terbuka untuk Universitas di seluruh Indonesia, terkait aksi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang di atur dan dilindungi oleh UU No.9 Tahun 1998.”tutup Natado. (wawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed