oleh

Berantas Mafia Tanah di Sulawesi Selatan

RadarKotaNews – Aksi Demonstrasi ini merupakan tanggung jawab keilmuan Mahasiswa dan Masyarakat dalam melihat terampasnya nilai kemanusiaan dan supremasi hukum di Negara ini.

Begitu pendapat Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pemberantas Mafia Tanah Sulawesi Selatan, Abim saat berunjuk rasa di depan kantor Mabes Polri, Jakarta, Selasa (14/08)

Sambung dia, dengan mempertimbangkan keputusan Kepolisian dan PTUN yang menjadi alasan dan dasar hukum melakukan Aksi Demonstran ini.

Menurut Abim, Dari hasil penetapan Status Tersangka oleh pihak kepolisian dengan Nomor : B/462A.4.1/I/2018 Ditreskrimum 8 januari 2018 “Pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan yang menjelaskan bahwa dari hasil gelar perkara saudara terlapor (Irwansya S.E) dinaikkan dari saksi menjadi tersangka”.

Dalam kasus tindak pidana Abim menilai, dalam hal ini menyuruh menempatkan keterangan palsu dalam Akta Autentik dan menggunakan Akta Autentik yang isinya seolah-olah benar, ini sesuai dengan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawsi Selatan, dengan nomor surat: A.3/25/II/2018 /Ditreskrimum tertanggal 20 Februari 2018.

Oleh karena itu, berdasarkan rujukan dan surat proses penyelesaian perkara ini, menjadi dasar hukum dan fakta otentik yang menjadi tolok ukur perkembangan perkara ini dengan data dan fakta temuan dalam perkara ini yang di temukan oleh team penyidik Polda Sulsel. Rasionalnya dengan melihat penemuan itu seharusnya kepolisian lebih berperan aktif, massif dan lebih progres dalam penyelesaian kasus ini karena dasar hukum dan temuan hukumnya sudah jelas.

Dengan mandeknya proses penyelesaian kasus ini, pihaknya, mengindikasikan ada Oknum Petinggi Kepolisian POLDA SULSEL dan MABES POLRI Di indikasikan melindungi Irwansyah dengan bukti Team Penyidik yang mentersangkakan Irwansyah seketika itu juga dimutasikan dari jabatannya keluar daerah.

“Kami menggaris bawahi dengan madeknya penyelesaian kasus ini kepolisian selaku penegak hukum dapat di mainkan oleh para mafia tanah seprti Irwansyah ini.”katanya

“Apabila demikian maka kami selaku masyarakat yang mengharapkan keadilan hukum atas penerapan hukum hanya bersifat pseudo belakang dari pemangku penegak hukum di Negara ini.”terangnya

Maka dari itu Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pemberantas Mafia Tanah Sulawesi Selatan menuntut :

Pertama, Tangkap dan adili Irwansyah (mafia tanah)

Kedua, Mendesak kepada Kapolda Sulsel untuk memproses oknum petinggi kepolisan yang di dugakan terlibat didalamnya

Ketiga, Berantas mafia tanah di sulsel

Keempat, Menuntut kepada Kapolda Sulsel untuk segera menangkap dan mengadili Irwansyah,S.E

Kelima, Meminta kepada Team SUS Mafia Tanah Kapolda Sulsel untuk menuntaskan perkara tanah yang ada di Sulsel termaksud kasus Irwansyah.

Keenam, Menuntut kepada MABES POLRI untuk memonitoring dan mengevaluasi kinerja kepolisian POLDA SULSEL dengan adanya dugaan atas keterlibatan Oknum petinggi kepolisian dalam melindungi saudara tersangka dalam hal ini Irwansyah.(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed