BEM FKIP Unmul: Kesejahteraan Nusantara Ilusi atau Pasti?

RadarKotaNews, Katim - Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Penajam tidak sekedar memindahkan Gedung-gedung Pemerintahan saja, tetapi juga menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kawasan Indonesia Timur.

Hal tersebut sebagai disampaikan Tim Komunikasi IKN Sidik Pramono dalam diskusi Virtual bertajuk “Kesejahteraan Nusantara Ilusi atau Pasti?” yang digelar oleh BEM FKIP Universitas Mulawarman (Unmul) beberapa waktu lalu.

Sambung Sidik Pramono menjelaskan bahwasanya adanya lahan warga yang dipatok adalah sebagai batas lahan yang akan dijadikan IKN dan pernah juga disampaikan kepada masyarakat serta pemerintah juga memiliki data kepemilikan dan juga penguasaan lahan di sana apa yang sudah disertifikatkan ke masyarakat jika dibutuhkan oleh IKN akan digantikan

"Jika mendengar berita atau informasi lebih dikonfirmasi lagi kebenarannya," pesan Sidik Pramono yang biasa di sapa Sidik ini

Tidak hanya itu, beliau juga menyatakan bahwa berdasarkan UU IKN No. 3 tahun 2022 mekanisme mengganti tanah dan bangunan yang ada diatasnya ada 2 mekanisme yaitu pelepasan Kawasan hutan dan izinya diterbitkan oleh Kementerian LHK dan untuk pengadaan tanah prinsip dasarnya tetap memperhatikan dan memberikan perlindungan penguasaan tanaman masyarakat

Untuk itu, hak individu dan juga hak pengguna masyarakat adat serta dicek lagi apakah tanah itu bersertifikat atau tidak, penguasaannya seperti apa karena kita juga harus mengantisipasi bahwa kemungkinan orang mengakuisis seolah tanahnya.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPR RI Dapil Kaltim Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, menjelaskan, saat ini jumlah populasi terbesar masyarakat Indonesia didominasi oleh rentang usia produktif sebesar 70,72%, dan komposisi terbesar adalah Gen Z sebesar 27,94% diikuti milenial sebesar 25,87%.

Adapun kata dia, jumlah rasio Gen Z dan Milenial tertinggi ada di Kalimantan Timur yang selalu ada peningkatan kelulusan SMA/SMK sedangkan Sarjana/Diploma masih perlu ditingkatkan dan ini tugas Prof. Masjaya selaku rektor dan kawan - kawan kita cukup punya banyak perguruan tinggi, sebenarnya sudah banyak yang kita kerjakan tapi belum cukup untuk mewujudkan harapan kita, bisa apa kita untuk IKN?

"Ada beberapa SMK yang dibangun menjadi pusat unggulan seperti SMK 2 mungkin tahun ini SMK 1 difasilitasi agar dibangun dengan baik. Sehingga nantinya jika IKN membutuhkan bisa mengambil lulusan terbaik dan siap pakai tetapi itu masih belum cukup jika dihitungkan itu bersifat terbuka bagi kita," kata Hetifah

Oleh karenanya, Hetifah berharap agar pembangunan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi itu di spesialkan karena saya liat di Kemendikbudristek belum ada dana yang khusus didedikasikan bagi pembangunan SDM. Padahal pembangunan SDM harusnya dilakukan sedini mungkin karena kita tidak mungkin membangun SDM belakangan karena kita fokusnya ke fasilitas infrastruktur aja.

"IKN harus dapat mensejahterakan warga lokal, menyerap tenaga kerja lokal, prioritaskan warga lokal, dan diberdayakan sesuai kompetensinya," tegas Hetifah

Selain itu Hetifah juga ungkapkan peran Komisi X DPR RI yaitu mendorong Kementerian/Lembaga yang menjadi mitra kerja Komisi X DPR RI untuk membentuk atau menyelenggarakan program kegiatan vokasi, penelitian, riset, dan beasiswa Pendidikan pada tahun 2022 dan seterusnya untuk mendukung IKN di Kalimantan Timur.

Tidak hanya itu, Rektor Universitas Mulawarman Prof. Masjaya menjelaskan 4 pilar utama yang harus kuat yang perlu menjadi perhatian kita; pertama adalah membangun ekonomi secara berkelanjutan tentu didahului oleh pembangunan SDM yang unggul dengan penguasaan ilmu pengetahuan, technologi dan agama; kedua adalah ekonomi yang berkelanjutan dan yang ketiga; adalah pemerataan pembangunan kalau kita ingin menuju ke Indonesia emas 2045.

"Begitu menjadi IKN Pendidikan Kalimantan Timur harus naik greadnya baik SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, makanya jauh-jauh hari Unmul mempersiapkan diri untuk menjadi perguruan tinggi sekelas ibu kota negara, karena itu kita akan membangun kampus utama kisaran 30 KM dari wilayah IKN yang punya lahan Pendidikan di Bukit Soeharto," ungkap Masjaya

Sementara kementerian KLHK memberikan kita lahan 2.100 Hektar atau 10% pengelolaan Bukit Soeharto yang sekarang total luasanya sebesar 22.000 Hektar kita manfaatkan itu termasuk kemarin Unmul menyampaikan kepada Pak Bambang Ketua IKN dan Wakilnya Donny membuat suatu lembah Kesehatan artinya pusat rumah sakit internasional itu ada di Ibu Kota Negara.

"Maunya kita perguruan tinggi Unmul yang berperan disitu makanya unmul yang bikin proposal pertama," pungkas Masjaya

Terakhir Gubernur BEM FKIP Unmul 2022 Ahmad Fikrianto menyampaikan bahwasanya pemindahan IKN terkesan buru-buru hal tersebut dilandasi karena kondisi Indonesia saat ini sedang tidak ideal pada sector ekonomi dan kita malah mendengar kabar ada petak-petak untuk adanya calon lokasi tambang baru

Maka dari itu, kami mengawal masalah tambang ini dan tentunya korban masih banyak dan lubang-lubang ditutup menjadi angin segar untuk perbaikan kemudian ditutup ditanam seusai aturan yang ada dan ini menjadi indikasi dan meskipun tidak adanya IKN Kalimantan Timur akan tetap menjadi korban tambang tetapi ketika ada IKN apakah kemudian tambang-tambangan ini akan ada penutupan atau hanya menjadi pemanis dengan ditanamnya bibit-bibit?

"Kemudian pematokan yang sering terjadi, maka kami ingin tidak ada rakyat yang menjadi korban karena tajuk IKN ini seyogyanya menjadi percepatan pembangunan agar tidak terkesan Jawasentris sesuai yang disampaikan Jokowi. Meski begitu kami inginkan agar tidak ada rakyat yang menjadi korban dan menegaskan agar yang dikatakan pak sidik itu benar apa adanya tidak hanya menjadi ucapan saja," imbuh Fikri

Oleh karena itu kami dari BEM FKIP UNMUL berdasarkan diskusi tersebut maka kami akan turut serta mengawal segenap penyampaian antara lain:

Pemerintah sebagai pelaksana kebijakan tertinggi di negara dilarang bertindak semena-mena atas lahan masyarakat pribumi

Pemerintah akan berkomitmen terhadap penjagaan kondisi alam dan turut menyelesaikan permasalahan tambang di Kalimantan Timur

Menjadikan pendidikan sebagai salah satu fokus utama pembangunan sebagai tindak lanjut peningkatan sumber daya manusia. (fy)

Penulis:

Baca Juga