Belum Kantongi Izin, SPBU Kompak di Wainib Nekad Ecer BBM Jenis Pertamax

Aktivitas Jual-Beli BBM Jenis Pertamax di Lokasi SPBU Kompak milik CV. Sumayyah Nur Meccah di Desa Wainib Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula, Maluku Utara

RadarKotaNews, Malut - Belum mengantongi Izin Operasi akibat Rekomendasinya dibatalkan, SPBU Kompak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), nekad mengecer BBM Jenis Pertamax.

Didapati pada Rabu 24/11/2021, SPBU Kompak milik CV. Sumayyah Nur Meccah terlihat aktif melayani konsumen dengan mengecer BBM jenis Pertamax dengan harga Rp 9.500,-.

Saat ditemui di lokasi SPBU, Rahmat Owner dari CV. Sumayyah Nur Meccah mengatakan.

”Jadi ini sementara bukan SPBU, walau lokasinya memang SPBU Kompak, karena untuk SPBU Kompak perizinannya sementara masih proses”, ujar Rahmat kepada sejumlah Pewarta.

Dirinya juga mengatakan jika yang dilakukan adalah sebagai pengecer biasa, persis seperti penjual BBM lainnya yang membeli BBM di SPBU kemudian mengecernya kepada para pengguna BBM, sehingga ia mengklaim bahwa tidak perlu mengantongi izin sebagai pengecer.

”BBM ini saya ambil dari Manaf kemudian saya ecer disini”, tutur Rahmat.

Untuk di ketahui Rahmat juga memiliki Pertashop di Desa Manaf.

Rahmat juga mengakui jika proses perizinan SPBU Kompak miliknya masih tarik-ulur, Pemerintah Daerah Kab. Kepsul masih mengkaji.

Sementara itu diketahui SPBU Kompak CV. Sumayyah Nur Meccah miliknya sempat dibatalkan rekomendasi untuk izin beroperasi, karena setelah ditelusur sebelumnya rekomendasi yang dikeluarkan Pemda Kepsul bukan untuk di Desa Wainib, karena di Desa Wainib sudah ada Penyalur BBM milik CV. Gwen Jaya, kerancuan ini kemudian berujung tidak diterbitkan izin operasi SPBU Kompak.

Entah apa yang melatarbelakangi Rahmat nekad membuka SPBU Kompak miliknya dengan dalih sebagai pengecer BBM.
Menurut informasi yang dihimpun media ini, Rahmat disinyalir di backing Oknum Anggota DPRD Sula, namun demikian Rahmat tidak mengatakan siapa Oknum Anggota DPRD tersebut.

Menanggapi hal ini Praktisi Hukum Amirudin Yakseb, SH., MH mengira Rahmat telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum atau PMH.

”Saya melihat dari kacamata Hukum, yang pertama Lokasi SPBU Kompak di Wainib itu bermasalah, sehingga sampai kini belum terbit izin operasinya, bahkan lokasi tersebut sempat disegel pihak Pemda Kepsul, itu artinya tidak boleh ada aktivitas jual-beli BBM dilokasi tersebut, namun jika hari ini ada jual-beli BBM dilokasi tersebut dengan dalih apapun maka itu merupakan Perbuatan Melawan Hukum”, ungkap Amirudin.

Tidak hanya itu, Amirudin juga menyoroti terkait kuota BBM di Desa Manaf yang dijual di Wainib.

”Jika Pak Rahmat hari ini mengambil BBM dari Desa Manaf, yang notabene Perthashop miliknya kemudian dijual atau diecer ke Wainib apa kemudian tidak mempengaruhi Kuota BBM di Wilayah tersebut, apa kemudian Kuota dititik tertentu bisa diecer ditempat lain", ujar Praktisi Hukum Sula ini.

Amirudin menyarankan baiknya jika berdalih sebagai pengecer BBM, Rahmat tidak menggunakan bangunan atau lokasi SPBU Kompak yang hari ini masih menjadi polemik.

”Saya meminta kepada Dinas terkait dan Pihak Pertamina untuk segera mengevaluasi kegiatan tersebut, bila perlu diberi sanksi tegas”, tutup Amirudin Yakseb, SH.,MH. (RL)

Penulis:

Baca Juga