oleh

Bantu Warga Rentan Miskin, Anies Malah Kena Fitnah

Oleh : Arvan Sabirin

MASIH ingat pada Rudi S Kamri yang suatu waktu pernah memberikan wejangan pada para Buzzer untuk menjegal Anies Baswedan agar tidak maju dalam Pilpres 2024?

Lucu, ketika itu di hadapan para Buzzer seperti Ade Armando, Eko Kuntadhi, Denny Siregar, dan komplotannya berkumpul di sebuah rumah. Dengan memakai atribut topi santa Klaus mereka berdiskusi karena khawatir, ada fakta survei Denny JA yang menyatakan jika Pilpres dilakukan saat itu juga maka pemenangnya adalah Anies Baswedan. Padahal Pilpres masih lama, tapi pembicaraan mereka sudah seputar kekuasaan saja.

Jadi tidak heran kalau akhir-akhir ini Dedengkot Buzzer, Rudi S Kamri membuat tulisan fitnah yang super ngawur mengenai Anies Baswedan. Namanya juga pimpinan Buzzer, di masa prihatin wabah Covid-19 masih saja melancarkan fitnahan. Tidak tahu lagi, apakah orang seperti ini masih punya kemanusiaan.

Dengan tulisan berjudul “Manipulasi Data Gubernur Asal Seiman” Rudi S Kamri sudah jelas bermain di isu SARA. Dari judulnya saja ia memainkan ranah sensitif yang bisa memancing sentimen negatif di antara masyarakat.

Rudi yang terlihat memiliki garis wajah aktor antagonis ini mempermasalahkan penyajian data yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin tentang penduduk miskin Jakarta yang katanya berjumlah 3,7 juta orang.

Analisa pembodohan yang disampaikan Rudi adalah jumlah penduduk DKI Jakarta pada 2019 berdasarkan estimasi sebanyak 10,5 juta jiwa. Dia mengatakan bahwa pada Januari 2020, Anies menyebutkan bahwa penduduk miskin di DKI Jakarta paling sedikit se-Indonesia, cuma 3,42% dari total warga. Menurut analisa bodongnya itu, jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta hanya:

= 3,42% x 10,5 juta jiwa

= 359.100 jiwa.

Padahal faktanya Gubernur Anies Baswedan memang akan membantu 40% warga termiskin di DKI Jakarta, yang jumlahnya 3,7 juta jiwa. Jadi bukan warga yang miskin saja seperti yang ditulis buzzer.

Apa yang disampaikan oleh Gubernur Anies tentu saja kebijakan yang sangat memanusiakan warganya. Ia berpikir panjang, karena dampak wabah Covid-19 ini bukan hanya pada warga miskin tetapi juga rentan miskin.

Di masa Pandemi ini sangat sulit mendapatkan pekerjaan baru, dan beraktivitas di luar. Banyak tempat usaha yang tutup karena harus mematuhi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diatur oleh Kementerian Kesehatan. Jadi bukan hanya karyawan yang mengalami kesulitan, orang yang punya usaha juga pasti kena dampaknya.

Dengan adanya fitnahan dari Rudi S Kamri ini, jadi semakin yakin bahwa Buzzer memang tidak pandang situasi krisis, nilai kemanusiaan harus ditukar dengan bayaran uang. Ada sedikit celah maka yang dilakukan adalah menebar fitnah, karena fitnah sama dengan uang bagi mereka.

Begitulah Buzzer demi uang, uang, dan uang, rela mengorbankan rakyat. Tidak peduli nyawa rakyat melayang dan terlantar. Yang penting buzzer menikmati pulus dan bohir senang. Sungguh miris.

*Arvan Sabirin, Netizen

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed