Banjir Terus Terulang, Islam Punya Solusi Cemerlang

Poto: Milda, S.Pd (Aktivis Muslimah)

Oleh : Milda, S.Pd

Banjir yang melanda sebagian wilayah Aceh Utara sejak Selasa (4/10) terus meluas. Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari mengatakan hingga Kamis sore sebanyak 18.160 warga terpaksa mengungsi.

Menurut Ahmad warga yang terdiri dari 5.104 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke meunasah atau musala dan dataran tinggi yang tersebar di 28 titik. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Utara, Asnawi mengatakan meluasnya banjir dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain curah hujan tinggi yang masih sering terjadi, kondisi tanggul daerah aliran sungai (DAS) besar juga kehilangan kemampuan menampung debit air yang meningkat. (katadata.co.id/ira/berita)

Negeri yang rawan bencana diakibatkan beberapa faktor yakni, curah hujan yang berkepanjangan, peningkatan suhu permukaan laut dan lain sebagainya sehingga berpotensi banjir. Namun, perlu diketahui bencana yang terjadi saat ini tidak hanya disebabkan oleh faktor alam tetapi lebih kepada cara pengelolaan dengan kebijakan yang berpotensi merusak alam sehingga berdampak  pada tempat tinggal rakyat. banjir terjadi akibat kebijakan serta pembangunan yang berpotensi mengundang bencana. Penguasa seolah disibukkan dengan polemik ketika bencana sudah terjadi, solusi yang diharapkan rakyat dalam mengantisipasi terjadinya bencana namun justru saling menyalahkan bahkan tidak jarang saling menyerang satu sama lain sehingga wajar jika banjir menjadi langganan bagi sebagian wilayah negeri ini.

Jika diamati sejauh ini bencana yang terjadi adalah bencana yang sifatnya sistemik yang juga harus diatasi dengan solusi yang sistemik. Hal ini akibat keserakahan manusia terhadap alam seperti penebangan hutan sebagai tempat yang mampu meresap air, eksploitasi secara besar-besaran yang kurang mendukung lingkungan tersebut. Sistem kapitalisme dengan asas manfaat memang bukan lagi perkara yang baru dalam mengeksploitasi alam namun menjadi hal yang biasa sebab semua berdasarkan manfaat.

Sehingga jelas, meluasnya masalah banjir disebabkan makin menggurita cengkeraman kapitalis dalam mengelola alam yang tidak menempatkan alam pada posisinya sebagai pelindung dalam mengatasi berbagai bencana. Eksploitasi lahan tambang, penebangan hutan secara  besar-besaran, hingga deforestasi yang kian tidak terkendali sama halnya air sungai yang makin sempit disebabkan limpahan produksi sampah yang berlebihan sehingga berdampak pada hunian warga.

Dengan berbagai masalah  yang timbul maka rakyat butuh solusi yang benar-benar mengatasi sampai ke akar masalah. Jika saat ini rakyat masih berharap dengan perbaikan alam agar mampu meminimalisir terjadinya bencana alam maka semua itu hanya tinggal harapan bahkan makin mengundang bencana terlebih banjir.

Sejatinya hujan merupakan nikmat dari Yang Maha Kuasa serta patut kita syukuri dengan hujan segala makhluk di bumi akan tumbuh subur seperti tumbuh-tumbuhan dan makhluk lainnya. Allah SWT menurunkan hujan dengan standar yang telah Allah Swt tetapkan dan tidak berlebih-lebihan sehingga tidak tepat rasanya jika banjir yang terjadi saat ini hanya karena hujan, tetapi lebih kepada keserakahan manusia yang merusak lingkungan demi kepentingannya masing-masing.

Islam memiliki solusi yang tidak ada dalam sistem kapitalisme, karena Islam bertentangan dengan kapitalisme sehingga penyelesaian masalah banjir sangat jauh berbeda dalam sistem kapitalisme penguasa mampu menjadi pelayan bagi para pemilik modal yang menimbulkan kerusakan alam tidak terelakkan. Sementara Islam hadir memberikan solusi sholih yang berasal dari Sang Pencipta sehingga penyelesaiannya pun juga sistemik.

Dalam Islam setiap makhluk ciptaan-Nya akan terjaga termasuk lingkungan alam yang berpotensi terjadinya bencana. Lingkungan alam sebab tinggalnya seluruh makhluk hidup baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa sebagaimana firman Allah SWT

"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya, yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman." (QS. Al-A'raf : 85).

Sehingga manusia harus mampu menjaga dan melestarikan alam serta memfungsikannya sebagai tempat yang layak huni bagi seluruh makhluk sehingga mampu menggunakan alam sebagai sumber kehidupan yang diberkahi Allah SWT.

Segala bentuk bencana akan selalu menghampiri negeri ini, jika pengaturan negeri berdasarkan sistem kapitalis. Sehingga tidak heran masyarakat yang telah terhimpit dari berbagai persoalan hidup, akan semakin terpuruk akibat sistem yang hanya berasaskan manfaat saja.
Maka Allah SWT memperingati manusia bagaimana mereka merusak alam yang mestinya harus dijaga sesuai dengan Firman Allah SWT;

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Al-Rûm [30]: 41).

Dengan jelas Allah memberi peringatan kepada manusia yang merusak alam, dengan menghadirkan bencana alam seperti banjir dan semisalnya. Dengan begitu kita patut introspeksi diri terhadap segala bentuk kedzaliman manusia kepada seluruh makhluk termasuk SDA dan lingkungan.

Dan satu-satunya solusi dalam mengatasi segala permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, termasuk bencana alam seperti banjir dan lain sebagainya, yakni dengan menerapkan sistem Islam. Sistem Islam telah tercatat dalam tinta emas sebagai bukti bahwa Islam pernah menguasai 1/3 dunia bahkan negara manapun mengakui kegemilangan sistem Islam. Sebab segala aturan di bawah kendali Allah SWT sehingga sangat tidak mungkin jika Islam akan mendzolimi masyarakat.

Selain itu Islam juga akan mengelola lingkungan sesuai kebutuhan manusia dan tidak berlebih-lebihan dalam membangun lahan sebagai mana mestinya. Maka tipis kemungkinan musibah menimpa wilayah yang menerapkan hukum-hukum Allah SWT.

Dalam sistem Islam segala sumber daya alam (SDA) akan dikelola oleh negara tanpa berlebih-lebihan dan hasil pendapatan dari SDA akan di berikan kepada seluruh masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah tersebut tanpa terkecuali sebab hak mutlak SDA sesungguhnya milik rakyat dan bukan milik segelintir para pemilik modal maupun asing.

Sebagaimana hadis Rasulullah Saw yakni:

"Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api"(HR Abu Dawud dan Ahmad).

Hadis Rasulullah Saw dengan jelas mengatakan segala sumber daya alam milik masyarakat dan akan dimanfaatkan sesuai kebutuhan hidupnya. Dengan begitu kita patut mensyukuri pemberian Allah SWT sebagai penegak keadilan.

Dengan pengelolaan SDA serta pembangunan dengan baik. Maka musibah seperti bencana alam yang terjadi saat ini akan sulit kita dapati sebab negara yang menerapkan hukum-hukum Allah, maka keberkahan akan selalu menaungi negeri dan jelas kita akan hidup sejahtera.
Wallahu Alam Bishowab

*)'Penulis adalah Aktivis Muslimah

Baca Juga