oleh

Apel Siaga Ganyang Komunis Bertepatan Dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959

RadarKotaNews, Jakarta – Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin mengatakan bahwa, Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan sejumlah ormas bakal menggelar ‘Apel Siaga Ganyang Komunis‘ di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2020) siang ini.

Menurut Novel, apel siaga digelar hari ini karena bertepatan dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. bertujuan untuk mengawal dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden pertama Soekarno itu.

“Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 dan mengembalikan undang-undang dasar dari UUD Sementara 1950 kembali ke UUD ’45,” ungkap Novel

Selain mengawal dekrit tersebut, Apel Siaga Ganyang Komunis digelar terkait adanya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang diinisiasi DPR.

Menurut Novel, pihaknya siap siaga karena TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan Larangan Komunis/Marxisme tidak tercantum dalam RUU HIP dan draf RUU tersebut memuat klausul Trisila dan Ekasila di dalam salah satu pasalnya.

“Tujuan apel adalah bertepatan dan mengawal Dekrit Presiden 5 Juli 1959, serta siap siaga atas RUU HIP yang mencabut TAP MPRS nomor 25 tahun 1966, dan penggantian Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila sebagai bentuk melumpuhkan Dekrit Presiden 5 juli 1959,” kata Novel, Minggu (5/7/2020).

Terakhir Novel mengungkapkan, kegiatan Apel Siaga Ganyang Komunis bakal diikuti oleh sekitar 5 ribu laskar, jawara dan brigade se-Jabodetabek yang merupakan pasukan terdepan untuk ganyang komunis.

“Jadi apel siaga dengan gelar pasukan para jawara, laskar, brigade dan lain-lain dari se-Jabodetabek. Kurang lebih 5 ribuan pasukan sebagai pasukan terdepan untuk ganyang komunis. Dihadir juga para ulama dan tokoh serta umat islam yang ingin hadir,” pungkas Novel.(adl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed