oleh

Antisipasi Terulangnya Kesalahan Praktik Revitalisasi di Monas

RadarKotaNews, Jakarta РPelaksanaan revitalisasi Monumen Nasional (Monas) sisi dalam atau interior. Akan terus di awasi Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, hal itu penting dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya kesalahan praktik revitalisasi di lapangan.

Hal tersebut di sampaikan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Dalam APBD tahun anggaran 2020, menurut Ida, revitalisasi keseluruhan sektor Monas dianggarkan sebesar Rp 114,7 miliar. Sementara Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Detail Engineering Desain (DED) atau rancangan fisik untuk revitalisasi sektor tengah termasuk interior Monas sebesar Rp 3 miliar.

Selain itu, penganggaran pihaknya akan fokus mengawasi pelaksanaan revitalisasi sektor tengah yang memiliki banyak peninggalan sejarah.

Karena itu, ia mengingatkan agar revitalisasi yang dilaksanakan Pemprov DKI tidak sedikit pun mengubah nilai-nilai sejarah dimiliki Monas.

Pasalnya, Monas tidak boleh meninggalkan sejarah, makanya sebelum DED dikerjakan, kita minta dipaparkan dahulu, sebab kata Ida, dibangunnya Monas oleh Presiden Soekarno untuk merepresentasikan semangat bergelora perjuangan rakyat Indonesia dalam memperebutkan kemerdekaan dari kolonial Hindia Belanda.

Oleh karena itu Pemprov DKI perlu hati-hati dan cermat dalam merevitalisasi monas sehingga dalam waktu dekat Komisi D akan menggelar rapat kerja bersama kontraktor penyelenggara revitalisasi.

“Karena kan pemenang sayembara desain interior hanya mengambar saja. Makanya kita juga akan mengundang rapat kontraktor. Kita perlu mengetahui konsep pembangunannya sama atau tidak. Karena pemenang sayembara ini tidak dilibatkan dalam pelaksanaan pembangunan nanti,” ujar dia.(id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed