Aliansi Nasional Reformasi Desak Pemerintah Buka Draf RKUHP dan Bahas RKUHP Secara Transparan

RadarKotaNews, Jakarta - Ratusan massa dari Aliansi Nasional Reformasi KUHP menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Jakarta Pusat, Selasa (21/6) mereka menolak draft RKUHP

Koordinator aksi Bayu Satrio Utomo menjelaskan bahwa, hari ini aksi di Bundaran Patung Kuda adalah satu simbol perlawanan dalam rangka menolak draf RKUHP dan juga dalam rangka memberikan kado hadiah Ultah Jokowi.

"Aksi pemanasan ini tidak hanya dilakukan di Jakarta tapi di tiap-tiap daerah akan melakukan aksi besar untuk membangun eskalasi," beber Bayu

Selain itu kami juga akan siap aksi di tanggal 28 Juni. Dengan mengusung tuntutan kita agar Presiden dan DPR RI membuka draf KUHP, serta menuntut Presiden dan DPR membahas pasal-pasal yang bermasalah dan membuka draf KUHP.

"Kita akan mempersiapkan aksi di tgl 28 Juni, terhitung mulai dari sekarang 7 x 24 jam dari somasi yang kita berikan kepada DPR RI," pungkas Bayu

Dalam aksi tersebut mereka mendesak Presiden dan DPR RI untuk membuka draf terbaru RKUHP dalam waktu dekat serta melakukan pembahasan RKUHP secara transparan dengan menjunjung tinggi partisipasi publik yang bermakna.

Selain itu, menuntut Presiden dan DPR RI untuk membahas kembali pasal pasal bermasalah dalam RKUHP, terutama pasal-pasal yang berpotensi membungkam kebebasan berpendapat dan berekspresi warga negara meski tidak termasuk ke dalam isu krusial; serta

"Apabila Presiden dan DPR RI tidak kunjung membuka draf terbaru RKUHP dan menyatakan akan membahas pasal-pasal bermasalah di luar isu krusial dalam kurun waktu 7 x 24 (tujuh kali dua puluh empat) jam sejak pernyataan sikap ini dibacakan, kami siap bertumpah ruah ke jalan dan menimbulkan gelombang penolakan yang lebih besar dibandingkan tahun 2019," tegas Bayu. (Adrian)

Penulis:

Baca Juga