oleh

Alghiffari Aqsa: Pemerintah dan Militer Terlalu Takut Dengan Simbol Yang Biasa Saja

RKNews.com, Jakarta – Ada gejala bahwa banyak pihak yang tidak senang terhadap pelurusan sejarah dan pengungkapan tragedi 65, yang melibatkan tentara dan berbagai ormas dan ini dilakukan secara sistematis baik lewat medsos atau lainnya

Hal tersebut di ungkapkan Direktur LBH Jakarta, Alghiffari Aqsa dalam sebuah konfrensi pers yang diselenggarakan oleh Gerakan Masyarakat Indonesia untuk Demokrasi (Gema Demokrasi) di Kantor YLBH Jakarta, kamis (12/05).

Sambung Alghiffari, dari seluruh rangkaian tersebut, Indonesia kembali ke masa Orde baru. Kembali hadir ditengah situasi reformasi saat ini dan menguatnya kembali militer

Menurutnya, Militer keluar dari barak melakukan kesewenang wenangan dengan menangkap orang yang sedang melakukan kebebasan berekspresi, tentara tidak berwenang dan memiliki kewenangan penangkapan dan penahanan terhadap warga sipil

“Pemerintah dan militer terlalu takut dengan simbol yang biasa saja, adanya penangkapan kemarin adalah bentuk kesewenang wenangan tentara, dan kami menghimbau agar polisi taat kepada KUHAP dan Perkap Kapolri tentang prinsip prinsip HAM, harus ada dasar dan surat pengeledahannya,”pesannya

“Ada kasus perampasan tanah dan reklamasi sudah dituduh berbau komunis, stigma dan pelanggaran ini melahirkan pelanggaran yang lain,”tutupnya.(ID)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed