oleh

Aktivis Mahasiswa Bukan Provokator

RKNews.com – Terkait Pemberitaan yang marak di media dengan adanya pemberian cap Provokator terhadap gerakan mahasiswa pasca bentrokan pada aksi 4 November 2016 lalu.

Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan diri dari Mahasiswa Kawasan Timur Indonesia, menyatakan sikap penolakan atas label “Provokator” terhadap gerakan mahasiswa, pasca bentrokan pada aksi 4 November 2016 lalu, didepan Istana Negara Jakarta.

Mahasiswa yang berkumpul hari ini di gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, menyerukan Stop Kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa.

“Stop kriminalisasi terhadap Aktivitas Mahasiswa Dan Rakyat yang berjuang secara konstitusional” ujar kordinator mahasiswa timur, Jami Kuna di jakarta, kamis (10/11).

Menurut Jami, bentrokan 4 November lalu, bukan hanya dari mahasiswa saja yang terlibat, tetapi ada massa lain yang juga ikut serta. Lalu Mengapa hanya mahasiswa saja yang di jadikan tersangka. Oleh sebab itu, pihaknya mendesak kepada pihak kepolisian untuk membebaskan kawan mahasiswa yang masih ditahan hingga saat ini.

“Kami mahasiswa dari kawasan timur tetap patuh pada Negara Indonesia dalam naungan Pancasila” tegas Jami.

Dirinya menegaskan, bahwa gerakan mahasiswa kawasan timur indonesia tidak terpengaruh akan isu-isu disintegrasi bangsa yang muncul saat ini.

Selain itu, Mahasiswa dari Kawasan Timur Indonesia menyatakan sikap sbb :
Pertama, Menolak pelebelan “Provokator” terhadap saudara kami Ismail Ibrahim dan 3 Aktivis Mahasiswa lainnya, sebagaimana dalam pemberitaan di media selama ini.
Kedua, Stop kriminalisasi terhadap Aktivitas Mahasiswa Dan Rakyat yang berjuang secara konstitusional.
Ketiga, Kami sangat menyayangkan sikap aparat kepolisian yang bertindak represif terhadapa mahasiswa dan rakyat yang menuntuk keadilan.
Keempat, Bebaskan Aktivis mahasiswa yang ditangkap.

(Fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed