oleh

Ahok Tersangka..?!

Radarkotanews.com – Ada 70 kasus keuangan melanda APBD DKI senilai Rp 2.2 trilyun, termsuk kasus tanah Rumah Sakit (RS) Sumber Waras yang merugikan Rp 2 Milyar Pemda DKI. Tokoh yang selalu kritis dengan pejabat yang korup dan merugikan rakyat Sri Bintang Pamungkas (SBP) mengatakan bahwa pembelian tanah itu cuma diputuskan dalam satu hari oleh Ahok, tanpa evaluasi terhadap lokasi ataupun harga.

Lanjut SBP, Padahal ada masalah dengan tanah yang di aku milik Yayasn RS Sumber Waras pimpinan Kartini Mulyadi. RS dan Yayasn Sumber Waras itu didirikan oleh Yayasn Candra Naya, dulu Sin Ming Hui, sebuah perkumpuln sosial yang dipimpin Wayan Suparmin.

“Kartini Mulyadi menjual tanah RS Sumber Waras secara sepihak kepada Ahok dan berhasil memasukan Wayan Suparmin ke dalam tahanan Jaksa,” ucap SBP di jakarta.

SBP menjelaskan bahwa sang Notaris yang kaya raya, sekali lagi berhasil mendapat untung besar dari Ahok, namun pakai uang rakyat DKI.

“Rupanya kasus tanah itu menjadi konflik diantara Cina-Cina juga,” ujarnya.

Menurut SBP, Ahok terlalu arogan dimana hasil temuan petugas Badan Pemeriksa Keuangn (BPK) itu ditolak oleh Ahok dengan tuduhan tendensius yaitu mau menjadikannya “korban korupsi”. Ahok menyadari bahwa manajemen keuangan Pemda DKI rusak dan kacau, dengan mulut besar yang bau Ahok berjanji akan memecat Kepala Dinas Keuangan Pemda DKI.

“Ahok sesumbar akan melawan oknum BPK dan oknum KPK,” terang SBP.

Sesumbar Ahok yang akan melawan BPK dan KPK ini berawal saat BPK memberikan batas waktu 60 hari. Ketakutan dijadikan tersangka korupsi oleh BPK dan KPK terlihat di raut muka Ahok. Kebodohan Gubernur DKI ini bertambah yang tidak bisa membedakan antara oknum dan lembaga.

“Mampus sudah konco orang nomor satu di republik ini, belum lagi perkara Bus TransJak dan Belitung Timur,” tandasnya.(ans)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed