oleh

ADK di Jebloskan ke Rutan Usai di Cerca 55 Pertanyaan

RadarKotaNews, Jakarta – Usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus pembuatan surat jalan palsu dan surat keterangan bebas Covid-19 untuk Djoko Tjandra. Bareskrim Polri langsung menahan pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi Kolopaking (ADK) selama 20 hari terhitung Sabtu (8/8/2020) di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Awi Setiyono bahwa, pemeriksaan terhadap Anita dilakukan sejak Jumat, 7 Agustus 2020 pukul 10.30 WIB hingga Sabtu pukul 04.00 WIB. Selama pemeriksaan sekitar 17 jam itu, Anita dicecar penyidik Bareskrim Polri dengan 55 pertanyaan.

“Usai menjalani pemeriksaan, Anita langsung ditahan. Penyidik Bareskrim Polri, menurut dia memiliki alasan menahan Anita,” kata Awi dalam keterangan-nya di jakarta, Sabtu (8/8/2020)

Awi ungkapkan bahwa pertimbangan penyidik sebagai syarat subyektif adalah agar yang bersangkutan tidak melarikan diri, agar tidak mengulangi perbuatannya (tindak pidana) dan tidak menghilangkan barang bukti (BB).

Menurut Awi penahanan terhadap Anita sudah dipastikan telah sesuai dengan aturan yang berlaku. “Semua sudah diatur dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP,” ucap mantan Irwasda Polda Jatim ini.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan Anita sebagai tersangka pada Kamis, 30 Juli 2020 malam. Pengacara Djoko Tjandra itu terbukti terlibat dalam pembuatan surat jalan palsu dan surat keterangan bebas virus Covid-19 untuk kliennya.

Anita dijerat Pasal 263 ayat 2 KUHP tentang Penggunaan Surat Palsu dan Pasal 223 KUHP tentang Pemberian Pertolongan terhadap Orang yang Ditahan dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed