oleh

Adhie: Tak Ada Hubungannya Dengan Klenik Terkait Lengsernya Gus Dur

RadarKotaNews, Jakarya – Kabar Kediri disebut sebagai daerah wingit atau angker bagi presiden menjadi ramai diperbincangkan publik. Tak tanggung – tanggung alasan klenik itu pula yang disebut menyebabkan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur lengser dari kekuasaannya setelah mengunjungi Kediri.

Hal itu semula dilontarkan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung saat mengunjungi Kediri. Pramono datang bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Mereka meresmikan rusunawa di Ponpes Lirboyo Kediri.

Dalam sambutannya di hadapan para kiai sepuh pengasuh Ponpes Hidsyatul Mubtadien Lirboyo Kediri, Pramono mengatakan, Kediri merupakan wilayah yang wingit untuk didatangi presiden. Karena itu, Ia secara terang-terangan melarang Presiden Joko Widodo untuk berkunjung ke Kediri.

“Ngapunten kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri,” ucap Pramono, Sabtu kemarin.

Pramono mengisahkan bahwa dahulu, mantan Presiden Gus Dur sempat berkunjung ke Kediri. Setelah itu ada tragedi pelengseran Gus Dur dari kursi Presiden RI.

“Saya masih ingat karena percaya atau tidak percaya, Gus Dur setelah berkunjung ke Lirboyo tidak begitu lama gonjang-ganjing di Jakarta. Kalau Pak Wapres tidak apa-apa. Namun kalau untuk menteri, nanti kalau ada acara-acara Musyawarah Himpunan Santri Lirboyo keempat nanti tinggal memilih siapa menteri yang ingin didatangkan. Tinggal hubungi saya,” kata Pramono.

Terkait itu, mantan Juru bicara Presiden Gus Dur, Adhie Massardi membantah kepercayaan klenik Pramono Anung tersebut.

“Bohong, Gus Dur Lengser enggak ada urusan dengan tempat yang dikunjungi,” tegas Adhie dikutip dari akun Twitternya , Minggu (16/2/20).

Adhi meluruskan bahwa pelengseran Gus Dur murni lantaran ada konflik kepentingan politik dengan sang wakil presiden waktu itu, yang tidak lain adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kemudian, posisi Ketua MPR Amien Rais dan kelompok tengah yang kerap disebut sebagai pelengser Gus Dur sejatinya sebatas pemandu sorak.

“Jika PDIP tidak setuju Sidang Istimewa MPR untuk lengserkan Gus Dur, maka tidak akan ada tragedi politik itu,” tukasnya. (fri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed