oleh

ABBRI Meminta Pemkot Bekasi Transparan Terkait Penggunaan Anggaran Dana Covid-19

RadarKotaNews, Bekasi – Ditengah Pandemi Corona Virus Disease 2019 yang kini masih melanda Indonesia membuat ABBRI (Aktivis Bekasi Bersama Rakyat Indonesia) bergegas untuk melakukan audit dari Beberapa temuan lapangan terkait penggunaan anggaran dana wabah Covid-19.

Hal tersebut di sampaikan Pengurus ABBRI, Usman Nazarudin Saat Konferensi Pers di SekBer (Sekretariat Bersama) Jalan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Jawa Barat, Jumat (18/9/2020)

Lanjut Usman menegaskan, jika di tengah-tengah situasi yang sedang darurat dimana kita di hadapkan dengan persoalan Covid-19 tentu menjadi satu kewajiban kita bersama sebagai Negara untuk bisa menyelesaikan wabah Covid-19 yang telah terjadi di Negara kita ini.

“Berbagai upaya dilakukan pemerintah mengatasi dampak penyebaran Covid-19 yang semakin massif. Salah satunya, terbitnya Perpu No.1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19,” ungkap Usman

Bahkan menurut Usman, hal itu di jadikan peluang untuk memperkaya diri sendiri, dan menyampingkan keselamatan rakyat dan menyampingkan UU itu sendiri. “Salah satu yang kami duga bahwa Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan RSUD dr.Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi yang terletak di wilayah pemerintah Kota Bekasi memainkan anggaran Covid-19.” katanya

Bilamana melakukan dan terbukti menyalahgunakan anggaran Covid jika dilakukan dalam keadaan bencana yang terjadi saat ini maka di kenakan sanksi seberat beratnya yaitu ancaman pidana mati di atur dalam UU No.31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR).

Oleh karena itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sebelumnya mengingatkan semua pihak baik dipusat maupun di tingkat daerah agar transparan dan akuntabel dalam mengunakan anggaran penanggulangan covid-19, Firli meminta agar semua pihak agar jangan sedikitpun bermain-main dalam penggunaan dana wabah Covid-19.

Terkait hal itu, kami sedikit menyimpulkan dari beberapa temuan, Bahwa Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan RSUD dr.Chasbullah Abdul Madjid
Kota Bekasi berpotensi memainkan anggaran Covid 19, Maka dari itu kami Aktivis Bekasi Bersama Rakyat Indonesia (ABBRI) menyadari akan terjadinya hal ini maka kami melakukan musyawarah bersama Kawan-kawan (ABBRI) dengan hasil keputusan bersama ini.

“Kami meminta walikota Bekasi dan Inspektorat Kota Bekasi untuk menyelesaikan persoalan yang kami duga adanya persekongkolan dalam hal penggunaan anggaran dana Covid-19. Selain itu, Kami juga meminta kepada penegak hukum untuk ikut campur dalam hal yang terjadi di Kota Bekasi,” tegas Usman

“Sekali lagi saya tegaskan, untuk semua elemen-elemen Mahasiswa Se-Indonesia untuk segera mengawal anggaran dana Bencana Covid-19 di Daerahnya masing-masing agar anggaran dana bencana Covid-19 ini jelas Terealisasikan dengan baik dan terarah.” tutupnya. (fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed