oleh

30 okteber, 50 Ribu Buruh kepung Istana

Radarkotanews.com – Rencana Tgl 30 Oktober 2015 mendatang, komite aksi upah yang terdiri dari : KSPI, KSPSI, KSBSI, KPKPBI, SPSI LEM dan aliansi-aliansi kota, Forum Buruh Bekasi Bergerak, Forum Buruh DKI, Kerawang dan Tangerang, ke jakarta Semua dengan target aksi unjuk rasa di Istana Negara) dengan target massa minimal 50 ribu orang,”kata perwakilan buruh dari Politik Rakyat, Budi Wardoyo dalam aksinya di depan istana negara, sabtu (24/10/2015).

Setting aksi jika ada upaya blokir/penutupan tol oleh petugas untuk menghadang buruh masuk jakarta,  maka kita siap tarung, menurut dia, karena ada paket kuat untuk menolak kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat; kemudian juga ada tuntutan kenaikan upah seluruh indonesia 25% dan didaerah untuk tidak menggunakan mekanisme RPP karena didaerah sudah memberlakukan RPP meski belum ditetapkan.

Budi wardoyo yang biasa di sapa yoyo ini mengatakan, Jika RPP sudah ditetapkan sebelum november maka per 1 november RPP akan diterapkan karena itu buruh memakai aksi tgl 30 oktober. Kalau tidak dituruti akan ada aksi mogok nasional berupa stop produksi. jika kemudian akan turun ke jalan atau pusat industri lainnya akan dibahas nanti.

“Kemungkinan akan ada aliansi buruh lainnya namun tidak bergabung dengan kita. Selama ini akan dikampanyekan aksi besar-besaran melalui sosmed.”

Meski mahasiswa mengundang aksi sidang rakyat didepan istana pada tgl 28 oktober nanti untuk mengoreksi setahun pemerintahan, menurut yoyo dirinya tidak bergabung dengan mahasiswa ataupun mendapat dukungan dari mereka. Sebab perjuangan buruh bukan hanya koreksi/menggulingkan jokowi tapi bagaimana nasib buruh lebih sejahtera atau terselamatkan.

Solusinya semestinya pemerintah memperbesar subsidi, membuka lapangan pekerjaan, dan mengurangi jumlah rakyat miskin, pesan yoyo.

“Dalam konteks pembukaan investasi RPP yang dibuat pemerintah bukan untuk rakyat.”Tutupnya.(sa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed