Yusril Ancam Menggugat Pemerintah Apabila Menerbitkan Keppres Untuk Membubarkan HTI

RadarKotaNews – Ketua Tim Pembela Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Yusril Ihza Mahendra mengancam akan menggugat pemerintah apabila menerbitkan Keppres untuk membubarkan HTI.

“Keppres keluar kami akan menggungat di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN),” ujar Yusril di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (24/5/17).

Menurut Yusril, ada langkah-langkah hukum jika ingin membubarkan ormas, yakni dengan melakukan langkah persuasif. Selain itu, secara administratif, pemerintah terlebih dahulu memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali. Kemudian sanksi berupa pemberhentian sementara. Setelah itu, baru bisa dibawa ke pengadilan.

“Tahapannya panjang, bisa lima tahun,” terang Yusril.

Lebih lanjut Yusril membeberkan bahwa saat ini HTI terintimidasi. Mau dakwah beraktivifitas tapi dilarang dan mengalami gangguan dari ormas yang berkolaborasi dengan kepolisian.

“HTI berada diposisi yang benar, pemerintah yang salah,” tegas Yusril.

Yusril berpandangan, pemerintah terlalu arogan membubarkan HTI tanpa didasari dialog terlebih dahulu. Maka itu, Yusril mengaku siap berdialog dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Kalau perlu dialog terbuka dan disiarkan langsung,” tegasnya. (HR)