Waspada Jebakan Betmen Dari Pinjol

RadarKotaNews – Pinjaman Online yang kini mulai menjamur di masyarakat atau yang populer dengan sebutan Pinjol, atau sebutan resminya peer-to-peer lending dari perusahaan financial technology (fintech) ternyata sangat berbahaya.

Pinjol ini merupakan salah satu disrupsi teknologi informasi, yang saat ini subur di Indonesia. Per Januari 2019 saja, jumlah peminjam ke layanan pinjol tercatat 5,16 juta orang. Itu berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bila digunakan dengan bijak, fasilitas ini sebenarnya bisa jadi penyelamat di kondisi darurat. Namun, di tengah itu, mencuat banyak kabar muram bahkan horor dan menyedihkan.

Dari pinjaman tak seberapa, ada yang diancam, bahkan dituduh sebagai sampah masyarakat, penggelap dana perusahaan dan lain-lain. Nominal pinjaman yang ditawarkan layanan ini relatif, tidak besar bila dibandingkan fasilitas pinjaman dari perbankan. Namun, saat dikalikan puluhan aplikasi, angkanya jadi fantastis.

Padahal, bunga pinjaman yang ditawarkan rata-rata dihitung harian. ‘Jebakan betmen’ menganga lebar. Ini kisah sebagian dari mereka yang merasakan terkena ‘jebakan betmen’ Pinjol.

Nahas betul nasib yang dialami warga Bekasi Jaya RT 12/10, Kota Bekasi, Jawa Barat dengan atas nama WH. Dia dituduh oleh aplikasi pinjaman online Dana Arisan sebagai buronan, karena belum membayar tagihan pinjaman sebesar Rp 1.484.000.

Seluruh kontak dan warga sekitar diberitahukan oleh si penagih dari aplikasi tersebut kalau WH adalah buronan.

Berdasarkan pengakuan WH, dirinya memang telat bayar satu minggu, karena memang sedang mengurusi keluarganya yang meninggal. Sehingga dirinya telat membayar selama satu minggu.

Namun demikian, dalam pesan singat pihak Dana Arisan disebutkan WH sebagai buronan. Dalam pesan Dana Arisan itu juga WH disebutkan sebagai anak haram sampah masyarakat.

WH, masih dalam pesan singkat pinjam online Dana Arisan itu diminta agar membayar tagihan sebesar Rp 1.484.000. Disebutkan di pesan singat Dana Arisan itu, WH tidak pernah menjawab telepon dari yang memberikan pinjaman online tersebut.

Padahal WH hanya telat membayar selama 1 Minggu, namun demikian, pihak Dana Arisan dengan nada yang “keras” menyebut WH sebagai sampah masyarakat. Atas hal tersebut, WH pun langsung melunasi semua tagihan tersebut, dan menutup aplikasi ‘jahanam’ itu.(wr)