Walhi: Pemerintah Mempertimbangkan Sebuah Proyek Sangat Lemah

RadarKotaNews – Ambisius pemerintah untuk mendorong percepatan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur, akan terus berlanjut. Namun di sisi lain, Walhi menilai, pemerintah masih sangat lemah untuk mempertimbangkan dampak kerugian yang ditimbulkan dari sebuah proyek, khususnya kerugian yang timbul akibat dampak dari bencana alam ataupun bencana hidrometerologi.

Menurut koordinator Kampanye WAHLI, Edo Rachman mengungkapkan kerentanan Pulau Jawa yang mengalamin peningkatan di sebabkan oleh kebijakan pembangunan ekonomi yang menghancurkan sabuk pantai selatan jawa, kawasan buffer zona sistem hidrologis di pegunungan dan infrastruktur yang dibangun di zona bencana.

WAHLI mengidentifikasi sekitar 30 titik pada proyek/ investasi dan kebijakan pemerintah disepanjang pesisir selatan jawa berfotensi meningkatkan resiko bencana ke 30 titik ini berupa tambang pasir besi, tambang emas, proyek infrastruktur bandara dan trasfortasi darat serta pembangkitan Listrik Tenaga Uap (PLTU),

“Jadi kami meminta kepada bapak Presiden proyek-proyek yang tidak memenuhi sarat kami minta dihentikan dikarenakan jangan sampai rakyat yang mendapat penderitaan atau terkena musibahnya.”ujar Edo saat Konfrensi pers di Kantor WAHLI Jalan Tegal parang utara, Jakarta Selatan, selasa (17/9)

Sementara Direktur WALHI, Halik Sandera
juga mengungkapkan bawa proyek-proyek strategis nasional selain meningkatkan kerawanan bencana dilokasi proyek, juga menstimulasi kerusakan lingkungan dan kerentanan bencana dikawasan sumber matrial bangunan, berupa tambang semen dikawasan karst dan pasir dipesisir.(fy)