WALHI Desak KLH Cabut SK 25 Thn 2018 Yang Menurunkan Status Taman Papandayan dari Cagar Alam Menjadi Taman Wisata

RadarKotaNews – Ratusan Massa dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI jalan Jend. Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/19)

Mereka menuntut Cabut SK.25/MENLHK/SETJEN/PLA.2/I/2018. tertanggal 10 Januari 2018. Terkait SK yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup ini berisi tentang perubahan fungsi pokok kawasan hutan dari sebagian kawasan Cagar Alam Kawah Kamojang seluas 2.391 hektar dan Cagar Alam Gunung Papandayan seluas 1.991 hektar.

Koordinator aksi, Ronald Siahaan, mengatakan bahwa Cagar alam merupakan tempat kehidupan manusia terakhir, Karna itu, Cabut SK menteri sekarang juga.

“Kita tolak dan kita minta cabut SK 25 Tahun 2018 yang isinya menurunkan status Taman Papandayan dari Cagar Alam menjadi Taman Wisata. Kami tidak butuh wisata, kami butuh kelestarian alam. SK ini menyebabkan hak-hak kehidupan manusia, alam hilang,”katanya

Selain itu Ronald juga menyebut, ada niat jahat dibalik SK ini. Sebab, SK ini telah disahkan tahun 2018 tetapi kita baru tahu pada tahun ini dengan adanya ketidakterbukaan informasi.

“Kita telah tahu bahwa menteri KLH telah mengeluarkan SK 25/2018 telah membuat hak hidup dihutan semua akan hilang dan karena KLH telah mengeluarkan SK No.25/2018 tanpa ada yang tahu sehingga menteri telah melanggar UU No. 14 / 2008 tentang keterbukaan publik, hingga cagar alam di Papandayan akan hilang hingga kita tidak tahu mana lagi yang akan hilang,”katanya

Menurutnya, status cagar alam menjadi TWA maka semua akan hilang dan akan hilang, karena itu, kita semua menjaga kelestarian hutan apabila gunung rusak maka akan menjadi krisis air bersih dan oksigen

“Kita tidak akan tahu bencana akan datang karena semua kerusakan hutan karena penurunan status hutan dan konservasi hutan, kita jangan tinggal diam.”tegas Ronald.(adrian)