Beranda Hukum Tuntutan Jaksa Seakan Mengotori dan Menciderai Pengadilan Pidana Di Indonesia

Tuntutan Jaksa Seakan Mengotori dan Menciderai Pengadilan Pidana Di Indonesia

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikhsan Abdullah menilai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlalu ringan, dan telah menciderai bahkan mengotori peradilan pidana di Indonesia.

Karenanya dia menyesalkan tuntutan ringan JPU yang hanya menuntut Ahok satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan.

“Tuntutan jaksa seakan mengotori dan menciderai pengadilan pidana di Indonesia,” ujar Ikhsan dalam Diskusi bertajuk “Ahok, Jaksa, dan Palu Hakim”, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/04).

Ikhsan menambahkan proses peradilan terhadap Ahok memang menjadi perhatian masyarakat di Indonesia, bahkan di dunia internasional, sehingga Kejaksaan harus memperhatikan dan mengantisipasi kepercayaan terhadap proses penegakan hukum di Indonesia.

“Impilikasi kepada kepercayaan internasional. Ini tidak diantisipasi oleh JPU,” tegasnya.

Ikhsan menilai seharusnya Jaksa menuntut Ahok dengan pasal 156 (a) bukan dengan pasal 156. Pasal 156 (a) berbunyi ‘Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia”.

“Harusnya Jaksa tetap pasal 156 (a). Tidak geser ke pasal 156,” tukasnya.(WaWaN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here