Beranda Nasional Trisakti Sampai Hari Ini Masih Hanya Sebatas Jargon Belaka

Trisakti Sampai Hari Ini Masih Hanya Sebatas Jargon Belaka

0
BERBAGI

Radarkotanews.com – Bulan agustus adalah bulan yang keramat bagi bangsa indonesia. Dimana terjadi puncak angan-angan akan cita-cita tentang bangsa yang merdeka, bangsa yang telah terlalu lama terpenjarakan oleh sistem kolonialisme. Semangat kemerdekaan yang begitu kuat karena kesadaran menjadi pondasi akan pentingnya persatuan dalam kebinekaan. Hingga pada tanggal 17 Agustus 1945 dikumandangkan kemerdekaan Republik Indonesia oleh sang proklamator Ir. Soekarno (bung karno) sebagai tanda bahwa bangsa ini terlahir kembali dengan harapan baru.

Ketua Umum Liga Mahasiwa Nasional Demokratik (LMND) Jami Kuna mengatakan, perjuangan yang begitu panjang, yang di iringi dengan keringat, tangisan serta tumpah darah akan menjadi suatu ingatan serta bahan intropeksi bagi kita sebagai generasi bangsa.

Jami menayakan apakah kita sudah menjalankan amanah dan cita-citanya?, 70 tahun sudah kemerdekaan ini kita genggam, namun harapan serta cita cita berbangsa dan bernegara  belum jua dapat kita rasakan.

“Harapan Masyarakan yang menginginkan rasa adil dan makmur semakin jauh dirasa.” Ucap Jami dalam rilisnya.

Menurut Jami pemerintahan yang kian hari kian menunjukan sifat aslinya yakni  neolibralisme yang tentu bertentangan dengan semangat dan cita-cita para the founding father’s.

“Negara saat ini semakin tidak mempunyai kekuatan kedaulatan politik, ekonomi dan hilangnya jati diri bangsa,” tuturnya.

Jami juga menilai bahwa tidak tertujunya cita-cita bangsa, maka di ulang tahun Republik Indonesia yang ke-70 ini, semoga tidak hanya di isi dengan sorak sorai saja, namun pemerintah harus mampu menjadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan bangsa dalam memajukan diri.

“Trisakti sampai hari ini masih hanya sebatas jargon belaka,” ujarnya.

Seharusnya bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik lagi, baik dalam politik, ekonomi dan kebudayaan yang harus dibarengi dengan keberanian demi kepentingan nasional bukan untuk kepentingan perorangan.

“Semua itu tentu tidak lain untuk menuju kehidupan yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang,” pungkasnya.(at).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here