Tolak Upah Murah, Buruh Jabar Gelar Akssi 5 Hari Berturut – Turut

Jakarta, Radarkotanews.com –  Hari ini, Selasa (15/12/2015), sekitar 80 ribu massa buruh Jawa Barat yang terdiri dari FSPMI, SPN, PPMI, SERBUK, SPSI LEM, SPSI RTMM, GSBI, SPSI KEP, FSPK, FSBDSI. Melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.

Aksi ini dilakukan sebagai lanjutan dari aksi penolakan terhadap pemberlakuan PP 78/2015. Para buruh menilai, diberlakukannya PP 78/2015 tersebut hanya akan terus menambah beban hidup buruh semakin berat.

Bukan tanpa dasar aksi ini dilakukan. Alasan dilakukannya aksi dengan tuntutan utamanya yaitu mendesak pemerintah untuk segera mencabut PP 78/2015 ini antara lain :

beberapa alasan tersebut antara lain :

Alasannya antara lain :

1. Adanya indikasi campur tangan pihak asing (Bank Dunia dan IMF).

2. Lima alasan tambahan terhadap penolakan PP Pengupahan :

2.1 PP No 78 Tahun 2015 melanggar   konstitusi,

2.2. Serikat Pekerja tak lagi dilibatkan dalam kenaikan upah minimum,

2.3 Upah Minimum di Indonesia masih menjadi upah standard,

2.4 Base On upah di Indonesia masih rendah,

2.5 Melawan kerakusan para pengusaha.

3. Diduga adanya korupsi terhadap persetujuan PP Pengupahan.

4. Adanya tindakan Refresif dari aparat keamanan terhadap setia aksi unjuk rasa buruh menolak PP Pengupahan.

5. Alasan Penolakan dari aspek ekonomi.

6. Menolak pernyataan Menteri Ketenagakerjaan bahwa dengan adanya PP Pengupahan Buruh diuntungkan. Hal ini merupakan kebohongan publik yang dilakukan oleh Menaker Hanif Dhakiri.

Nantinya, aksi ini akan terus dilakukan selama 5 hari berturut-turut oleh seluruh buruh Jawa barat dengan tuntutan :

1. Mendesak pemerintah untuk segera mencabut PP 78/2015 yang hanya akan menyengsarakan para buruh dan pekerja.

2. Berlakukan Segera Upah Kelompok/upah sektoral (UMSP) 2016 Provinsi Jawa Barat.

3. Tolak Upah di Bawah UMK.(Id)