Beranda Hukum Tidak Terbantahkan Kalau China Melakukan Pelanggaran Hukum HAM Internasional Terkait Uighur

Tidak Terbantahkan Kalau China Melakukan Pelanggaran Hukum HAM Internasional Terkait Uighur

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Direktur Amnesty International, Usman Hamid menyebut, Uighur jadi penduduk mayoritas di wilayahnya sekarang jadi minoritas.

“Uighur itu wilayah sangat kaya dengan emas, minyak dan gas. Makanya stabilitas keamanan china sangat besar,”kata Usman dalam diskusi di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta pusat, Kamis (20/12/18)

Menurut Usman, Laporan terakhir amnesty internasional, foto yang kami dapat lebih banyak foto keluarga. Tapi kesaksian-kesaksian kami dokumentasikan.

Terkait hal itu Usman mengatakan bahwa ada keluarga dari Botani, yang merupakan keluarganya di Kazakhstan. Tapi ayahnya dapat perlakuan tidak baik di Uighur. “Dia ceritakan kepada anakanya bahwa polisi setempat menyita paspornya.” Dan keluarganya sampai sekarang tidak pernah tau dimana ayahnya itu. September lalu kami interview bahwa ayahnya orang biasa tapi ditahan.

“Mereka sudah tanya otoritas China namun tidak dapat kabar.”tutur Usman.

Ia menilai, perang melawan terorisme itu jadi alat untuk sembunyikan praktek-praktek pelanggaran HAM itu.

“Saya sudah surati Retno Marsudi soal penangkapan muslim Uighur di Xinjiang, termasuk penghilangan orang secara paksa. dan kami jelaskan lagi tentang desakan kami agar seluruh tahanan di sana dibebaskan, agar ada semacam desakan meminta pemerintah mendesak pemerintah china agar tidak menganggap mereka ekstremis.”jelasnya

Menurut dia, Laporan baru PBB khususnya komite untuk penghapusan komunitas rasial, di bulan agustus gelar kajian di china. Mereka sampaikan kekhawatiran yang sangat mendalam karena ada penahanan paksa, artinya pemerintah tahu seseorang ditahan tapi keluarganya tidak tahu dia ditahan dimana.

“Sudah tidak bisa dibantah kalau pemerintah china telah melakukan pelanggaran hukum HAM internasional.”tegas Usman

Dijelaskan Usman, untuk pembelian kapal selam China itu pakai harga yang sangat bersahabat yakni senilai USD1,1 miliar. Negara-negara ASEAN dapat kemudahan ekonomi kepada china sehingga negara-negara tersebut mau mengembalikan warga Uighur tanpa ada proses tertentu.

“Saya tidak temukan bahwa muslim Uighur memiliki hubungan dengan jaringan teroris di internasional.”jelasnya

Makanya kalau ada usulan ASEAN diajak untuk mengatasi masalah Uighur, Usman merasa pesimis kecuali Malaysia ya. Dan Indonesia jadi salah satu negara yang masih lebih baik kasus kemanusiaanya.

“Makanya kita harus dorong pemerintah indonesia.”ujarnya.(Adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here