Beranda Ekonomi Terkait Upah Murah Serikat Pekerja Kepung Kemenaker

Terkait Upah Murah Serikat Pekerja Kepung Kemenaker

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) SP FSPMI, DPC SP KEP, SP ASPEK Depok, DPC SPN Depok, SP FARKES, FSPASI menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI Jalan Jend. Gatot Subroto, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (24/10/18). Terkait kebijakan upah murah.

Preaiden KSPI, Said Iqbal mengatakan bahwa pihaknya menolak surat edaran Menteri Ketenagakerjaan RI, oleh karena itu, KSPI menilai surat edara menteri Ketenagakerjaan Nomor : B. 240/M-Naker/PHISSK-UPAH/X/2018 yang secara sepihak meminta agar Kepala Daerah menaikkan upah minimal 2019 sebesar 8,03 persen.

“Dalam surat edaran itu ada dugaan menaker mengancam Gubernur, Bupati dan Wlikota, apabila tidak menetapkan upah minimum sesuai dgn PP 78/2015 maka bisa diberhentikan sebagai Kepala Daerah.”ujar Said

Bagi buruh tidak ada kaitan antara penetapan upah minimum dengan pencopotan kepala Daerah. Oleh karena itu, buruh menilai surat edaran tersebut probolatif dan memancing suasana yang tidak kondusif di kalangan buruh, serta mencerminkan arogansi penguasa terhadap kaum buruh.

Buruh Indonesia dan KSPI akan terus berjuang agar PP 78/2015 dicabuy dan upah minimum 2019 naik sebesar 20 hingga 25 persen. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, KSPI akan menyerukan agar dalam Pilpres 2019 buruh Indonesia tidak memilih Capres yang pro upah murah.

“KSPI juga akan melakukan aksi secara bergelombang disejumlah daerah, seperti Bandung-Jabar tgl 25 Oktober 2018, Medan-Sumut tgl 29 Oktober 2018, Surabaya-Jatim tgl 29 Oktober 2018, Semarang-Jateng tgl 30 Oktober 2018 dan Batam-Kepulauan Riau tgl 31 Oktober 2018.”beber Said.(adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here