Beranda Nasional Terkait Moratorium Pengiriman TKI ke Luar Negeri, FP NTT Sambangi Istana Negara

Terkait Moratorium Pengiriman TKI ke Luar Negeri, FP NTT Sambangi Istana Negara

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) Sejabodetabek yang tergabung dalam Forum Pemuda (FP) NTT-Jakarta menggelar aksi damai di Istana Negara Jakarta, Senin (26/03/18). Terkait Moratorium Pengiriman TKI ke Luar Negeri.

Menurut Koordinator FP NTT-Jakarta, Yohanes, berbagai kasus yang mendera Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri hingga saat ini masih menjadi salah satu persoalan serius yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Permasalahan-permasalahan yang terjadi baik terkait pengiriman TKI ke luar negeri terutama persoalan ketidaksesuaian antara yang diperjanjikan dengan kenyataannya, maupun adanya kesewenangan pihak majikan dalam memperkerjakan TKI sudah menjadi fenomena mengerikan selama ini.”tegas Yohanes.

Sementara, Penangkapan dan penghukuman TKI yang dikarenakan ketidaklengkapan dokumen kerja (TKI ilegal) juga marak terjadi. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengalami berbagai masalah di luar negeri mencapai 1,8 juta orang dan masalah yang dihadapi mereka sangat beragam. Di Nusa Tenggara Timur misalnya sejak Janurai hingga Maret 2018 sudah ada 18 orang TKI asal NTT yang meninggal di Negeri Malaysia.

Pasalnya, Informasi penyebab kematian mereka pun juga simpang siur hingga saat ini. Hal ini tentu memprihatinkan dan meresahkan banyak pihak khususnya para keluarga.

“Beragam permasalahan yang dihadapi para penyumbang Devisa negara ini tentu menjadi perhatian serius berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat.”kata Yohanes di sela-sela aksinya.

Mencermati secara serius dan komprehensip persoalan TKI ini, Forum Pemuda NTT-Jakarta mengambil peran dan inisiatif menggelar aksi damai di Istana Negara sebagai bentuk dan wujud kepedulian warga negara terhadap sesama umat manusia.

Oleh karena itu, Forum Pemuda (FP) NTT-Jakarta dengan ini menyampaikan pernyataan sikap kepada bapak Presiden Joko Widodo tentang berbagai kasus para buruh migran dan kasus perdagangan manusia di Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Timur:

Pertama, Meminta Moratorium
Kedua, Meminta kepulangan jenazah Emanuel Adu Mooy
Ketiga, Meminta sistem penertiban pasport imigrasi dibenahi seperti pasport Adelina Lisao
Keempat, Meminta bapak Presiden menanyakan kepada Kapolda NTT kasus Deportase 2013 dengan 84 korban.
Kelima, Meminta Presiden agar kasus Yufrida Selan diungkap secara tuntas melalui Kapolri.
Keenam, TKW harus bersertifikat ke luar negeri.

Dalam aksi tersebut perwakilan FP NTT-Jakarta, menyerahkan pernyataan sikap dan diterima secara langsung oleh pihak Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara Jakarta.(Id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here