Beranda Hukum Tabligh Akbar Dan Konsolidasi Ulama Di Istiqlal Tidak Isinkan, Diduga Ada Intervensi...

Tabligh Akbar Dan Konsolidasi Ulama Di Istiqlal Tidak Isinkan, Diduga Ada Intervensi Politik Pemerintah

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Tidak diisinkannya acara Tabligh Akbar dan konsolidasi ulama di Istiqlal merupakan tanda intervensi politik pemerintahan rezim Jokowi.

Demikian di sampaikan Ketua Presidium Alumni 212, Ustadz Ansufri Idrus Sambo, saat konfrensi pers di Masjid Istiqlal, Taman Wijayakusuma, Jakarta pusat, Jumat, (09/06).

Sebelumnya, setiap Jum’at tim pengacara pembela Ulama 212 selalu datang mediasi ke Komnas HAM, sudah 8 kali pertemuan. Karena Komnas HAM lagi pertemuan dengan Polhukam, maka Presidium 212 mengadakan acara di Istiqlal. Acara hari ini tetap berjalan di jalan depan masjid Istiqlal dengan harapan dihadiri 500- 1 juta peserta.

“Rezim Jokowi sudah keterlaluan menekan umat Islam dan memusuhi Ulama. Kita akan lawan lewat hukum dan politik. Habib Rizieq berpesan agar jangan sampai pertumpahan darah dan perang saudara. Tapi kalau rezim tetap menekan umat Islam, maka gerakan massif mungkin tidak terelakkan. Ini berbahaya bagi Indonesia.”katanya.

Lebih lanjut Idrus Sambo mengatakan bahawa pihaknya akan Lauching panitia nasional penjemputan Habib Riziq bahwa Habib Riziq adalah orang yang dicintai umat dan tidak pantas untuk difitnah. Selain itu dirinya juga akan membentuk panitia di berbagai daerah bahwa yang telah dilakukan kepada Habib Rizieq ini adalah salah satu penistaan ulama yang telah dilakukan oleh Rezim pemerintah saat ini.

“Agenda kita berikutnya adalah berjuang sampai titik akhir rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh Komnas HAM dan selanjutnya kami Presidium Alumni 212 akan melanjutkan ptoses hukum berikutnya kepada DPR bahwa telah ada pelanggaran HAM dan kita akan membawa ke Pengadilan Internasional.”ungkapnya.

Kemudian tambah dia, untuk agenda kita Presidium Alumni 212 sekarang ini adalah kepada pemerintah harus memberikan SP2 atau SP3 kepada mereka-mereka yang saat ini dalam proses hukum dan pada saat bulan Ramadhan ini kita harus bersatu dan jangan sempat ada kegaduan lagi dan juga kepada pemerintah ataupun rezim Jokowi saat ini adalah rezim melawan umat islam dan kita insya allah setelah ramadhan ini akan melakukan aksi yang cukup besar apabila tidak ada perubahan dalam pemerintahan Jokowi.

“Dan kita bisa melakukan gerakan konstitusional menurunkan pemerintahan Jokowi.”tegasnya.

Kita akan perjuangkan para ulama-ulama kita saat ini karena apabila ulama kita di fitnah seperti pada saat ini akan menimbulkan perpecahan bagi seluruh masyarkat dan bangsa ini.(wawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here