Suara Komponen Bangsa Mengingatkan Kepada Semua Anak Bangsa Terkait Kondisi Indonesia Saat Ini


RadarKotaNews – Pemilu memang telah berlalu, namun meninggalkan segala tanya dan kejanggalan yang memprihatinkan. Sebagai bagian dari Suara Komponen Bangsa, terkait Manipulasi, kecurangan, penghilangan dan pemindahan hak suara terjadi dimana – mana. Segala kecurangan tersebut mengamputasi kedaulatan yang sudah diberikan oleh warga negara.

Narasi “Makar” telah menjadi alat pembenaran Pemerintah dalam tindakan yang mengakibatkan korban jiwa, kekerasan dan merendahkan martabat hak asasi manusia. Bukanlah dalam UUD 1945 Pasal 28 G (2) disebutkan bahwa setia orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia.  Selain itu dalam pasal 28 B (2) Setiap anak berhak atas keberlangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Dalam konteks ini telah diabaikan oleh aparat keamanan negara melalui tindakan represif POLRI yang tidak dibenarkan apapun alasannya.

Berkaitan dalam pemilu 2019 ini pula bukan hanya biaya yang tinggi, dan eksperimen yang luar biasa juga menyebabkan banyaknya anggota KPPS yang meninggal hingga 700 an orang, juga ribuan yang harus dirawat di RS. Dan ketika komponen bangsa menanyakan hal ini melalui demonstrasi sebagai ujut penyampaian pendapat dimuka umum yang dijamin UUD dan UU, malah didorong terjadi kejahatan kemanusiaan atas meniggalnya anak anak yang terbunuh pasca aksi 21 – 22 Mei, dimana aksi itu aparat terlihat brutal memasuki perkampungan warga.

Dan saat adanya kematian dalam proses Demokrasi tersebut negara malah terlihat absen tak empati sekalipun terhadap korban dan keluarganya. Maka dari itu, Suara Komponen Bangsa menggelar Konprensi pers di Hotel Ibis Cikini, Selasa (11/6).

Terkait hal itu Suara Komponen Bangsa, Menuntut :

Pertama, Menyerukan agar seluruh komponen anak bangsa bahu membahu menjaga persatuan Indonesia, dan tidak terjebak oleh politik kekuasaan.

Kedua. Meminta pertanggung jawaban negara atas tragedi kemanusiaan dalam proses pemilu saat ini.

Ketiga, jika negeri ini sudah tidak ada lagi keadilan, maka kami akan memaksa dunia Internasional melakukan pengadilan atas kejahatan kemanusiaan.

Keempat, kita harus benar benar menjaga kedaulatan rakyat atas negeri dengan menghormati hak pilih rakyat.

Kelima, Menolak intervensi ekonomi asing yang membuat kedaulatan Indonesia menjadi lemah.(Dirga)