SRMI: Kenaikan Iuran BPJS Sama Dengan Mematikan Rakyat Secara Perlahan

RadarKotaNews – Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Rakyat Miskin Indonesia DKI Jakarta (DPW SRMI DKI Jakarta) berunjuk rasa di kawasan patung kuda indosat, jakarta pusat, Rabu (4/9). Mereka menolak kenaikan iuran BPJS dan menolak pengurangan kuota BPJS PBI, wujudkan kesejahteraan sosial.

Koordinator aksi Nur Adim mengatakan,
kami turun aksi karena kami dipaksa oleh pemerintah karena kebijakan kebijakan pemerintah saat ini tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Salah satu menurut dia, kebijakan pada tgl 2 September 2019 pemerintah telah menetapkan kenaikan iuran BPJS.

“Ini adalah ketidakadilan bagi kita dan saudara-saudara kita semuanya,”ucapnya

Sebab, rakyat kita masih banyak yang miskin terutama juga di Jakarta, masih banyak rakyat yang berpenghasilan dibawah 3 juta banyak sekali pengeluaran kita yang sangat memberatkan seperti kontrakan, makan, biaya sekolah anak dll.

“Apakah kita setuju kalau kita dimatikan secara perlahan, untuk itu kita harus membuat aksi terbesar apabila tuntutan kita tidak didengar,”tegas Nur.

Karena itu, jangan sampai kita menjadi miskin dinegara yang kaya, apalagi kalau kemiskinan kita ini sengaja dipelihara oleh kolonial bangsa sendiri.

“Bayangkan kami rakyat miskin harus dibebankan dengan kenaikan BPJS. Hal ini sangat terlihat kalau BPJS tidak becus dalam mengelola anggaran, oleh karena itu, kami menganjurkan BPJS di bubarkan dan dibuat kembali Jamkesmas yang dikelola langsung oleh pemerintahan.”tegas Nur.(Adrian)