Sri Edi: Kedaulatan Rakyat Saat ini Sudah Tidak Ada

RadarKotaNews – Guru Besar UI, Prof. DR. Sri Edi Swasono menyebut istilah kedaulatan rakyat diciptakan oleh Bung Hatta pada tahun 1931. Kedaulatan rakyat saat ini sudah tidak ada. Sebab, kita ini bangsa yang gampang dibeli. Menurutnya, Kedaulatan rakyat itu ada di UUD 1945. Dan Memang harus diakui bahwa kita terinfiltrasi dengan demokrasi barat, yaitu individualisme.

“Sedangkan demokrasi asli Indonesia adalah demokrasi kebersamaan,” kata Sri Edi dalam acara bincang Konsolidasi dan buka puasa bersama, bertajuk” Kerukunan Reformasi Penyelewengan Konstitusi dan Pembajakan Kedaulatan Rakyat” di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta pusat, Minggu (19/5/19)

Meski posisi daulat rakyat tidak ada. Namun ia menilai, DPR bukan lagi Dewan Perwakilan Rakyat tetapi Dewan Perwakilan Partai. Menurut Sri Edi, Pembangunan itu seharusnya untuk rakyat. Sebab, Rakyat itulah pemilik ekonomi nasional, jadi rakyat yang berdaulat adalah berdaulat secara ekonomi juga secara politik.

“Kekuatan rakyat bukan hanya di people power tapi kekuatan rakyat ada di mana mana.”jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Peneliti Geopolitik, Hendrajit mengatakan bahwa kita tidak belajar dari reformasi 98, ketika Soeharto lengser, kita tidak punya kontra skema seperti Hugo Chaves ketika memenangkan pemilu dan tahu apa yang harus dilakukan.

“Kita cepat atau lambat akan berhadapan dengan penjajahan model baru. Cara Barat adalah bermain di belakang layar.”tukasnya

Menurut Hendrajit, ketika barat ingin melakukan invasi ke Indonesia dengan cara non militer, adalah dengan membentuk tiga unsur yaitu pokja ekonomi, pokja strategi dan pokja politik. Sementara, Kita tidak ada kekuatan di tiga unsur ini. Sehingga kita menjadi sasaran empuk skema asing.

“Kita dihancurkan di sektor energi melalui UU.”Jelasnya

Oleh karena itu tambah Hendrajit, momentum ini kita harus berpikir bukan lagi persoalan 02 atau 01. Tetapi ini menjadi pilihan bagi pemerintahan ini, pilih rakyat yang menang atau rakyat bangkit?.(wawan)