SOKSI: Merespon Percepatan Program Kawasan Wisata Strategis yang Dicanangkan Pemerintah

RadarKotaNews – Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (DEPINAS SOKSI), Merespon percepatan program kawasan wisata strategis prioritas yang telah dicanangkan Pemerintah, yang sebagian besarnya memanfaatkan kawasan hutan.

Terkait hal itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan pentingnya hutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kekayaan Sumber Daya Alam yang terkandung di dalam hutan Indonesia merupakan _resources_ penting dan utama dari siklus kehidupan dilihat dari perspektif ekologi, ekonomi dan sosial.

“Penting bagi kita untuk memastikan keseimbangan dari ketiga fungsi hutan tersebut,”kata Bamsoet dalam diskusi bertajuk “Kelestarian Hutan dan Prospek Ekowisata di Era Revolusi Industri 4.0.” yang di gelar Dempinas SOKSI di Gedung Manggala Wanabakti, KLHK, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/19)

Menurut Kader Soksi ini, mengabaikan fungsi ekologi untuk semata-mata dieskploitasi secara ekonomi, misalnya, akan menganggu dan merusak kelestarian hutan dalam jangka panjang, atau sebaliknya. Sebab, pengusaha Hutan sudah banyak mengekspoitasi hutan dan menikmati hasil yang besar dari upaya menguras sumber daya alam

“Saatnya untuk ikut memikirkan secara serius terkait upaya-upaya perlindungan kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan khususnya,”Pesan Bamsoet

Ia berharap, kontribusi pengusaha terhadap kesejahteraan masyarakat, peningkatan devisa dan perlindungan daya dukung lingkungan harus signifikan dengan eksploitasi yang telah dilakukan.

Dalam kesempatan yang sama, Legislator Partai Golkar Komisi IV, AA Bagus Adhi Mahendra Putra, menyebut pentingny “Local Wisdom” dalam pengelolaan hutan. Seperti Bali dan Kemajuan wisatanya adalah satu contoh yang bisa ditiru dan dikembangkan di wilayah lain, khususnya untuk kelola ekowisata.

“Prinsip Tri Hita Karana, Menjaga hubungan baik Manusia dengan Tuhan, Manusia dengan Manusia, Manusia dengan Alam dapat diejawantahkan dalam pengelolaan hutan dan lingkungan.”katanya

Ketua Depidar SOKSI Provinsi Bali ini juga mengungkapkan perlunya merubah paradigma kelola hutan yang menganggap hutan dan satwa liar itu perawan yang tak boleh disentuh atau didekati manusia.

“Kita harus hentikan cara-cara yang memperkosa alam dan hutan kita.”tegasnya

Dengan demikian tercipta lingkungan yang ramah, baik bagi hewan, tumbuhan maupun manusia, juga secara ekonomi mampu mendongkrak potensi ekowisata. Karena itu, Pemanfaatan teknologi pun perlu dioptimalkan, karena adaptasi Revolusi Industri 4.0 tidak terelakkan di era kekinian.

“Kementerian LHK akan lebih mudah dalam pemantauan sumber daya hutan juga pemasaran wisata. jangan sampai kemajuan teknologi, bukan saja tidak termanfaatkan untuk optimalisasi hutan, tapi justru digunakan untuk mendegradasi hutan yang membahayakan generasi penerus.”tukasnya.(Adrian)