BERBAGI

RadarKotaNews – Berdasarkan data global, Amnesty International mencatat setidaknya 993 eksekusi diberlakukan di 23 negara di tahun 2017, turun 4% dari tahun 2016 menurunnya tingkat penerapan hukuman mati secara global di tahun 2017, harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memberlakukan moratorium eksekusi mati di tahun 2018

Demikian di sampaikan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid saat Konferensi Pers bertajuk “Peluncuran Laporan Terkait Situasi Penerapan Hukuman dan Eksekusi Mati di Negara Negara termasuk Indonesia ditahun 2017” di Gedung HDI Hive Menteng Jalan Probolinggo, Jakarta Pusat, Kamis (12/04).

Pasalnya, memberlakukan moratorium pada pelaksanaan hukuman mati, bisa mempermudah upaya diplomasi internasional Indonesia untuk menyelamatkan 188 warga Indonesia yang saat ini menjadi terpidana mati di luar negeri.Di samping itu, menurunnya tingkat penerapan hukuman mati secara global juga dapat menjadi momentum bagi pemerintah Indonesia untuk meninjau kembali penggunaan hukuman mati

Usman mencontohkan, kasus penerapan hukuman mati menimbulkan pelanggaran terhadap hak atas peradilan yang adil di Indonesia. Sebut saja seperti kasus Yusman Telaumbanua yang divonis hukuman mati saat dirinya masih berumur 16 tahun, Kemudian kasus Humprey “Jeff” Jefferson Ejike yang dieksekusi mati saat permohonan grasinya masih sedang berlangsung. Hal tersebut telah melanggar prosedur hukum.

“Kasus Yusman dan Jeff memperlihatkan bagaimana sistem penyelidikan dan peradilan di Indonesia masih memiliki banyak kekurangan,”katanya

Terlepas dari kecenderungan global pada tahun 2017, kedua kasus tersebut menjadi bukti yang cukup bagi pihak berwenang di Indonesia untuk meninjau kembali penerapan hukuman mati.(Adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here