Seruan Aksi LMND 28 Oktober

RKNews – Dalam momentum Peringatan Sumpah Pemuda 2017, LMND bersama beberapa organisasi Pemuda-Mahasiswa yang tergabung di dalam APMI (Aliansi Pemuda-Mahasiswa Indonesia) (LMND, FMN, AKMI, GMNI Jaksel, GMNI Jakbar, GMNI Tangsel, FN Unas, HAMAS Unas, PRAM Unas, dan lainnya) akan menyelenggarakan Aksi Massa pada tanggal 28 Oktober 2017 di 4 Titik (Kedubes AS, Kementrian BUMN, Kementrian Pertahanan, dan berpusat di Istana Negara).

Momentum Peringatan Sumpah Pemuda 2017, APMI mengangkat tema “Galang Persatuan dan Kekuatan Pemuda Mahasiswa bersama Rakyat Tertindas” dan memiliki isu umum yaitu “Lawan Seluruh Kebijakan Rezim Boneka Jokowi-JK”.

Agenda Aksi massa yang akan diselenggarakan oleh APMI dalam momentum Sumpah Pemuda 2017 adalah aksi puncak di bulan Oktober dimana sebelumnya pada tanggal 2 Oktober APMI merespon mengenai penolakan terhadap Perppu Ormas, yang di lanjuti pada aksi massa tanggal 20 Oktober sebagai momentum 3 tahun Pemerintahan Boneka Jokowi-JK.

LMND memandang, dibawah rezim boneka Jokowi-JK rakyat Indonesia masih hidup dalam kemelaratan, keterbelakangan, kesengsaraan dan jauh dari kata sejahtera. Pemerintah Indonesia dibawah Jokowi-JK tidak ada bedanya dengan pemerintahan yang sebelum-sebelumnya, yaitu pemerintahan yang mengabdi kepada kepentingan Imperialis terutama Imperialis AS dan tuan-tuan tanah besar. Sehingga setiap kebijakan yang di keluarkan hanya untuk kepentingan para tuannya sedangkan rakyat harus di hadapkan dengan diberlakukannya Politik Upah Murah melalui PP 78 dan program unggulannya (Magang, outsourcing dan upah di sektor padat karya) yang sebenarnya adalah keinginan dari tuannya untuk menekan biaya produksi. Begitupun di sektor agraria, Jokowi-JK menggunakan Reforma Agraria sebagai programnya, yang sebenarnya kita tahu bahwa Reforma Agraria Jokowi-JK adalah palsu, yang tidak menghancurkan hubungan produksi Feodal, justru menghendaki tetap eksisnya hubungan produksi feodal melalui monopoli tanah dengan cara perampasan tanah, penggusuran serta monopoli sarana produksi dan hasil produksi pertanian. Tidak sedikit juga kaum tani yang mengalami represif, penangkapan, kriminalisasi bahkan sampai pada pembunuhan.

Selain itu di sektor Pemuda-Mahasiswa, pemuda-mahasiswa Indonesia tidak memiliki hari depan yang gemilang, sebagai tenaga-tenaga produktif pemuda mahasiswa Indonesia terus dihadapkan dengan tindakan pembungkaman ruang demokrasi dan juga Pemuda-Mahasiswa tidak diberikan jaminan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan secara ilmiah dan berorientasi kepada rakyat, ini disebabkan bahwa pendidikan di Indonesia adalah bagian dari mekanisme pasar tenaga kerja yang di butuhkan untuk menciptakan tenaga-tenaga kerja terdidik dan rela di bayar murah. Kebudayaan dari Pemuda-Mahasiswa juga di biarkan terbelakang agar tidak menjadi suatu ancaman bagi kepentingan imperialis dan tuan tanah.

Maka daripada itu, kami dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang tergabung di dalam Aliansi Pemuda-Mahasiswa Indonesia (APMI) menyerukan kepada seluruh Pemuda-Mahasiswa untuk memperbesar barisan, memperluas, dan memperhebat perjuangan dengan belajar bersama Rakyat, mengorganisasikan rakyat, bersatu bersama rakyat dan berjuang sehebat-hebatnya bersama rakyat. Karena tidak mungkin perubahan bisa di selenggarakan oleh pemerintahan boneka, fasis, anti rakyat dan anti demokrasi, serta kaki tangan-kaki tangan tangannya di Indonesia.

LMND juga menyerukan dan mengajak kepada seluruh Pemuda-Mahasiswa Indonesia untuk menjadikan momentum peringatan Sumpah Pemuda 2017 sebagai ajang persatuan Pemuda-Mahasiswa untuk melawan rezim boneka, fasis, anti rakyat dan anti demokrasi Jokowi-JK.

Jakarta, 27 Oktober 2017

Eksekutif Nasional
LIGA MAHASISWA NASIONAL untuk DEMOKRASI (EN-LMND)
Periode 2017-2019

Raden Deden Fajarullah
Ketua Umum LMND
(Wawan)