Sembilan Kontainer Limbah Akan di Re-Export ke Negara Asalnya

RadarKotaNews – Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi menindak lanjuti arahan Presiden mengenai impor sampah plastik adalah melakukan verifikasi dan kalau ternyata ada pelanggaran tindak tegas, Salah satu tindakan tegas yang sesuai dengan ketentuannya ekspor.

“Kita akan menyampaikan lanjutan atas 9 kontainer yang berisi limbah,”kata Heru saat Press Conference tentang Re-Export 9 Petikemas Limbah di Terminal Peti Kemas Koja (TPK Koja), Jakarta Utara, Rabu (18/9)

Lanjut Heru, total impor sampah kita adalah 2.041 dengan rincian yang memenuhi syarat-syarat sampai dengan sekarang sebanyak 55% dan ini tentunya sudah dirilis atau di keluarkan dari pelabuhan dan yang masih belum diajukan dokumen sebanyak 1008 kontainer.

Kemudian kata dia, yang masih dalam proses penelitian sebanyak 31 kontainer dan yang di ekspor telah direspon sebanyak 3031, dan yang masih dalam proses ekspor sebanyak 212 kontainer

Menurut Heru, Sembilan ini adalah bagian dari pada angka-angka yang saya sampaikan dari gambarnya seperti itu, sampah sampah plastik ini berasal dari beberapa Wilayah seperti Batam dan juga Tangerang.

“Khusus untuk yang 9 kontainer ini adalah ekspor yang khusus berasal dari Kawasan,”ujarnya.

Heru menyebut, Kawasan yang digunakan industri pengolahan sampah plastik dan 9 diantaranya sudah kita putus kan, sementara PT. HI sebanyak 102 kontainer nya dinyatakan terkontaminasi dikembalikan ke negara asal, termasuk yang 9 kontainer rencananya akan di berangkatkan hari ini tgl 19 September.

“kita melakukan penelitian secara sinergis yaitu gabungan dari pada Bea Cukai kemudian KLHK kementerian perindustrian tentunya didampingi oleh aparat penegak hukum karena ini terkait dengan masalah penegakan hukum serta pihak-pihak terkait lainnya dari Pemda dan Port authority.”tutup Heru.(Adrian)