BERBAGI

RadarKotaNews – BBM yang masih di subsidi pemerintah yaitu minyak tanah dan solar, kalau solar beda subsidinya cuma sekitar 500 rupiah per liternya.

Hal tersebut di sampaikan Perwakilan Pertamina Ibu Dewi dalam diskusi bertajuk “Kenaikan BBM & Masa Depan Indonesia” yang di gelar oleh Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) DKI Jakarta, di Resto Kampoeng Kite, Jalan Kramat Sention, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (05/04/18).

“Ada jenis BBM yang di subsidi tertentu kecuali tiga wilaya Jawa, Madura dan Bali (Jamali), itu sudah di tetapkan pemerintan namun 3 bulan sekali di koreksi dan kalau BBM umum di tetapkan pemerintah ron oktannya 98.”katanya

Dalam kesempatan yang sama Ketua OKK DPP SEMMI, Abdul Rosyid mengatakan kalau dulu kita tidak sependapat pemerinta terkait BBM kita turun demo tapi sekarang kita diskusi biar pesan kita sampai, dari pada aksi panas-panasan tapi pesannya tidak sampai.

Terkait kenaikan BBM kata dia, dampak kenaikan bbm 2018 menurutnya biasa-biasa saja tidak ada dampak.

“Kalau kenaikan bahan baku yang kena dampaknya adalah masyarakat, pertama transportasi, yang kedua bahan baku produksi, yang menjadikan kenaikan sembako itu sendiri.”tegas Rosyid

Selain itu Direktur Bakornas Lembaga Ekonomi PB HMI, Yana Mustika juga angkat bicara bahwa berbicara masalah kenaikan BBM tidak berdampak signifikan kepada saya peribadi tetapi kenaikan itu perlu di pertanyakan, kebetulan saya dari maluku kalau disana kenaikan BBM sangat terasa dampaknya.

Oleh karena itu tambah Yana, Kita di Maluku banyak beli BBM di pengecer dengan harga 15000 sebab kalau mau pergi beli ke SPBU belum sampai sudah habis, Seperti di Tidore SPBU cuma satu.

“Jadi kami berpesan ke Jokowi agar menambahkan SPBU di sana.”pesannya.(fy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here