Sampai Hari Ini Rupiah masih Menguat Terhadap Dolar Amerika Serikat

RadarKotaNews – Hingga tengah hari sesi perdagangan pada Rabu (21/11), Rupiah masih menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Meski melemah diawal perdagangan, namun Mata Uang Garuda ini makin mantap naik dan siap mencetak kenaikan beruntun dalam 6 hari. Dipasar spot, Dolar AS diperdagangkan sebesar Rp. 14.565 .

Pelaku pasar sempat was-was bahwa torehan prestasi kenaikan Rupiah selama 5 hari terakhir, akan dihentikan hari ini. Namun ternyata terlalu awal untuk menyimpulkan demikian. Sebab rupiah kemudian mampu mengatasi dolar AS menjelang tengah hari.

Menariknya, penguatan Rupiah kali ini tanpa campur tangan Bank Indonesia (BI). Sebagai garda terdepan penjaga stabilitas nilai tukar, BI buka suara mengenai pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa hari terakhir.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, pergerakan rupiah dalam beberapa hari terakhir menunujukkan bekerjanya mekanisme pasar, yang membuktikan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

“Kalau dilihat tadi pagi rupiah dibuka sekitar Rp 14.620/US$, sangat baik sangat positif. Indikatornya bagaimana investor asing melihat confidence kepada Indonesia adalah aliran modal masuk,” kata Dody, Rabu (21/11/2018).

“BI akan terus ada di pasar, kami akan terus jaga rupiah paling tidak rupiah bergerak karena prinsip mekanisme pasar yang tetap dilakukan. BI tidak akan mengarah kepada suatu level, tapi menjaga rupiah sesuai fundamentalnya,” tegasnya. “Jadi artinya, sudah ada kepercayaan diri yang terbentuk. Banyak faktor yang membentuk ini, karena Indonesia tidak sendirian. Kondisi eksternalnya mengarah ke positif,” katanya.

Berdasarkan catatan bank sentral, secara month-to-date (mtd) sejak awal bulan ini sampai 12 November 2018, aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia baik dari saham maupun SBN mencapai Rp 25 triliun.

Dody menegaskan, bank sentral akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sesuai fundamentalnya. BI tidak akan membiarkan rupiah terseret arus ketidakpastian ekonomi global yang terjadi. “Tetap mekanisme pasar yang di kedepankan. Kami tetap menjaga stabilitas,” pungkas Dody. (***)