Beranda Politik Salamudin Daeng : Ada Problem Yang Lebih Berat Oleh Oposisi

Salamudin Daeng : Ada Problem Yang Lebih Berat Oleh Oposisi

103
0
BERBAGI
alterntif text

RadarKotaNews – Mengapa oposisi bisa menang di Malaysia, memang saya menemukan problem di Malaysia dengan kita itu tidak jauh berbeda, pertama memang kondisi ekonomi 2 negara ini relatif sama kelemahan ekonomi yang terjadi secara terus – menerus dalam jangka panjang, dengan angka pertumbuhan ekonomi yang relatif rendah ketergantungan ekonomi perhutangan semakin besar tapi tingkat ketergantunggannya semakin tinggi dan cepat.

Hal tersebut di sampaikan Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamudin Daeng dalam dialog Kebangsaan VI GENTARI (Generasi Cinta Negeri) bertajuk “2019 Presiden Harapan rakyat” di Hotel Sofyan Jalan Prof. DR. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (14/05)

Lebih lanjut di katakan Salamudin, yang diangkat setelah isu ekonomi adalah isu tanah yang diangkat oleh Mahatir dan itu memang satu projek investasi China dalam produk besar dan memang rakus lahan, jadi target investasi yang begitu besar dan jangka waktu yang lama sekitar 95 tahun yang sudah dikontrak oleh Najib dan itu tanah digunakan oleh China dan pemerintah Malaysia juga memutuskan itu tanah China, disana baru keluar 1 kali KEK (Kawasan Ekonomi Khusus).

Namun yang terjadi sekarang menurut Salamudin, adalah Jokowi merasa enjoy dan dia melakukan mulus semulus mulusnya mempermudah investor masuk, itu dibidang pertanahan tapi jangan lupa kita tentang landasan – landasannya.

“Isu yang diangkat disana juga kemerdekaan berpendapat sama dengan Indonesia, tapi kita disini menggunakan Undang – Undang IT, jadi memang mirip – mirip dengan kita.”katanya

Bahwa sesungguhnya ada problem yang lebih berat oleh oposisi, hal yang paling pertama dihancurkan adalah prinsip kebangsaan Indonesia, karena banyak orang yang berfikir bahwa kebangsaan tidak diperlukan.

Dengan cara apa dengan cara memasukan seluruh nilai – nilai yang melawan prinsip kebangsaan. Pasalnya, Sekarang kita tidak bisa persoalan mengenai hak bernegara hak bangsa Indonesia tidak boleh ditunda datang kasih semua karena berhak mendapatkan fasilitas apapun karena itu.

Kalau kita tetap membiarkan Undang – Undang amandemen tetap berlaku kita mempercepat pembubaran Indonesia.”terangnya.(wawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here