Beranda Ekonomi Said Iqbal : Negara Telah Tunduk Dan Tidak Berdaya Oleh Pemilik Modal

Said Iqbal : Negara Telah Tunduk Dan Tidak Berdaya Oleh Pemilik Modal

0
BERBAGI

RKNews.com – Sekitar 1.500 orang buruh akan melakukan aksi unjuk rasa pada 1 dan 2 Juni 2016, di kantor Gubernur DKI Jakarta (jam 10-11) dan kantor KPK (jam 12- hingga selesai). Adapun tuntutan dalam aksi ini adalah, naikkan upah minimum 2017 sebesar Rp 650 ribu dan jangan barter CSR pengusaha untuk gubernur dengan kebijakan upah murah, tolak reklamasi dan penggusuran.

KSPI menuntut KPK untuk menetapkan Gubernur DKI sebagai tersangka korupsi dalam kasus reklamasi, RS Sumber Waras, dan diskresi pungutan reklamasi yang dikaitkan dengan penggusuran karena semua ini akan berakibat pada kebijakan gubernur yang “tergadai dan tersandera” oleh “uang dan CSR” dari pemilik modal.
Dalam hal ini, buruh dirugikan dari sisi kebijakan akibat ada intervensi pemilik modal terhadap kebijakan gubernur.

“Negara telah tunduk dan tidak berdaya oleh pemilik modal,” ujar Presiden KSPI/Deklarator Rumah Rakyat Indonesia, Said Iqbal dalam Siaran Persnya di Jakarta, senin (30/05).

Ini sudah terasa oleh buruh dari 2 tahun yang lalu hingga sekarang, seperti kebijakan upah murah. Dimana upah minimum DKI Jakarta lebih kecil dari Bekasi dan Karawang, serta jauh tertinggal dengan upah (Manila, Bangkok, dan Kuala Lumpur), makin merajalelanya penggunaan karyawan outsourcing di perusahaan properti, otomotip, manufaktur, hotel, dsb.

“Kami menduga, perusahaan pengguna outsourcing ini adalah para pemberi CSR ke Gubernur DKI Jakarta.
Buruh sadar, ternyata selama ini kebijakan upah minimum DKI Jakarta yang murah, penggunaan buruh outsourcing besar-besaran, orang kecil digusur, rumah susun buruh tidak pernah dibangun, kebijakan diskresi, ternyata ada kepentingan pemilik modal dibalik semua itu.”tutup Said. (ID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here