Rocky Gerung Beroposisi untuk Kuatkan Argumentasi Publik

RadarKotaNews – Rockye Gerung jengkel dengan kualitas argumentasi alumni. Lebih baik justru argumentasi Mahasiswa dibanding alumninya.

“Dari mana ada teori kedaulatan untuk rakyat?” kata Rocky dalam Seminar Nasional bertajuk “Mengggugat Keabsahan UUD 1945 Versi 2002 : Meluruskan sejarah dan kembali ke Jatidiri Bangsa” di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/9)

Lanjut dia, saya beroposisi untuk kuatkan argumentasi publik. Bukan demi Prabowo, PAN, atau PKS. Saya dengan maksud berbeda dengan kepentingan saya atas argumentasi sendiri untuk hasilkan ulang akal sehat. Lihat sekeliling ruangan ini, banyak foto orang-orang berakal sehat, dan tidak ada dari mereka yang “hidugnya panjang”.

“Indonesia dimerdekakan oleh orang yang berpikiran tajam, runcing.”katanya

Menurut Rocky, Konstitusi tidak ada gunanya apabila berhadapan dengan kekuatan Global. Sebab, dalam politik kita bicara Indonesia dalam kontestasi politik global. Sementara, Konstitusi adalah ukuran normatif. Jadi, saat ada konflik politik, misalnya perang dagang seperti Cina, bagi NKRI hanya akan bertahan 14 jam.

“Berapa banyak Mahasiswa, Ibu-ibu dan lainya yang akan kehilangan potensi milenial.”terangnya

Namun kata Rocky, bagaimana mungkin slogan NKRI harga mati di mana kesejahteraan kita bergantung penuh pada keamanan Laut Cina Selatan. Kedaulatan itu bukan untuk rakyat, tapi punya rakyat. Demikian juga kebebasan. Kebebasan bukan hadiah dari negara, tapi hal yang harus diperjuangkan setiap hari bersama-sama.

“Negara ini berdasar pada kedaulatan rakyat, bukan kedaulatan Tuhan, Raja, Negara, Partai atau lainnya.”jelasnya

Mengenai soal fundamental semacam ini musti kita pahami, karena tuhan tidak ikut pemilu. Tuhan kita pilih hanya 1 kali. Hal seperti ini hanya bisa kita pahami pada forum seperti ini. Namun begitu banyak wujud seminar nasional yang tidak rasional. Kita kupas dengan tuntas untuk dalilkan petisi. Ucapkan deklarasi dengan kepala.

“Jika keadaan memburuk, bahkan Pro Rezim akan menuntut keadilan pada rezim,”tukasnya

Rocky menyebut, cover tempo adalah awal bahwa ada Delegitimasi. Membuat foto itu, dalam keadaan krisis, akal sehat akan pulih. Apalagi dalam keadaan lapar. Tinggal tunggu krisis ekonomi yang merupakan akibat dari perang dagang Cina Selatan.

“Seharusnya, Presiden dulu yang dipilih oleh rakyat, baru kita pilihkan siapa pengawasnya, jangan dipilih bersama-sama.”ujarnya

Namun, Jika anda terlibat langsung, maka kata konstitusi pada abad XV artinya “hak membunuh raja”. Itu merupakan satu paket.

“Saya ingin ada akal pikiran yang dihasilkan oleh seminar. Sekali terbuka kotak pandora, semua iblis bisa masuk ke dalam. Namun konyol juga jika kita tidak membukanya.”tutup Rocky.(wawan)