Reshuffle Jilid II Amankan Kekuasaan Jokowi di Parlemen

Radarkotanews.com – Isu reshuffle yang didengung-dengungkan ditambah kegaduhan yang terjadi dikabinet dimana para pembatu Presiden saling serang menyerang bahkan muncul “Rajawali Kepret’. Koordinator Petisi28 Haris Rusli Motti mengatakan ada tiga indikator mengapa reshuffle mendesak dilakukan. Indikator pertama terkait terhambatnya pembangunan infrastruktur, yang kedua desakan atau rekomendasi panitia khusus hak angket Pelindo II karena adanya campur tangan menteri BUMN dan indikator ketiga adanya upaya politik luar biasa yang dilakukan Jokowi dan tim silumannya.

Lanju Motti, Jokowi berupaya mengamankan kekuasaannya di parlemen dengan cara mengakomodasi kepentingan Koalisi Merah Putih yang selama ini dianggap menggangu istana.

“Tiga indikator ini bisa menjadi tanda-tanda akhir Januari Presiden akan mereshuffle kabinet,” ucap Motti saat diskusi publik akhir pekan yang bertajuk “Gaduh Isu Reshuffle, Siapa Menteri Tergusur” di kawasan Cikini Jakarta, (10/1/2015).

Menurut Motti, reshuffle ini selain mengakomodir parpol yang menguasai parlemen agar tidak menganggu kinerja pemerintah juga bertujuan untuk mengembalikan arah kabinet sesuai Nawa Cita dan Trisakti.

“Sejak awal kabinet yang dibangun oleh Jokowi-JK mempunyai kepentingan parpol dan gangster Taipan,” ujarnya.

Motti juga menilai kepentingan para gangster Taipan untuk menjarah harta negara melalui kementerian. Jika dalam reshuffle nanti motivasi ini tidak dihilangkan Jokowi, jangan harap tidak ada kegaduhan di kabinet nantinya.
keributan setahun ini terjadi karena perebutan lahan proyek di setiap kementerian ini.

“Apabila reshuffle kabinet jilid II masih dalam lingkar skema awal maka tidak akan bermanfaat,” tukasnya. (EK)