Beranda Politik Rekonsiliasi Bukan Bagi Bagi Kursi Tapi Mengkolaborasi Kedua Pihak Jadi Satu

Rekonsiliasi Bukan Bagi Bagi Kursi Tapi Mengkolaborasi Kedua Pihak Jadi Satu

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR RI, Fary Djemi Francis mengatakan bahwa tidak etis kalau kita bicara tentang bagi-bagi kursi pimpinan di MPR kalau di DPR sudah diatur silahkan saja.

“konsep rekonsiliasi yang kita maksudkan adalah bagaimana agar visi, program – program kerja yang terbaik dari 01 dan 02, itu saling melengkapi,”kata Fary di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/7)

Menurut Fary yang baik kita akan dukung namun kita harus jujur juga sebab ada catatan yang masih kurang dan kita menawarkan program yang kurang itu, oleh karena itu maka konsep rekonsiliasinya itu bukan hanya berkaitan dengan bagi-bagi kursi tetapi bagaimana program- program unggulan untuk bangsa dan negara ini bisa dipadukan

“Saya kira salah satu hasil pertemuan ketua umum partai Prabowo dengan dewan pembina, untuk merumuskan bahwa kita punya program terbaik untuk menyelamatkan bangsa dan negara oleh karena itu maka kita tidak hanya berbicara tentang siapa yang duduk dan sebagainya tapi bagaimana program yang ditawarkan yang kita sampaikan kepada masyarakat dan masyarakat kurang lebih sekitar 43 persennya, itu memberikan dukungan kepada 02,”jelasnya

Pasalnya kata dia, tugas MPR kedepan itu sangat strategis dengan masyarakat yang terpecah belah ini.

Bagi Prabowo, kata Fary, partai Geridra yang mempunyai konsep yang luhur dalam berbangsa dan bernegara, hal itu sudah tertuang dalam visi dan misi partai Gerindra yang selalu berkiblat kepada pancasila dan UUD 45 dan partai gerindra adalah rumah bagi semua keyakinan, suku dan golongan dan semua unsur di partai gerindra, ada Gemira, Gekira, Gemashadana, Kesira, Tidar dan saya sebagai ketua Umum Gekiranya, ini menjadi bukti bahwa gerindra menaungi semua kalangan .

Terakhir Fary menambahkan bahwa makna rekonsiliasi bukan berarti bagi-bagi kursi tetapi bagaimana caranya mengkolaborasi kedua pihak yang kemarin berkompetisi menjadi satu kekuatan demi masa depan bangsa Indonesia dan tugas itu bukan di DPR tetapi di MPR dan bagi saya MPR menjadi amat strategi kedepan untuk melihat persoalan bangsa dan negara yang akibat pemilu kemarin terpecah belah.(Wawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here