Beranda Nasional Prof. Dr. Hafidz Abbas Berharap Ada Pemimpin Baru Yang Dapat Menyelamatkan Indonesia

Prof. Dr. Hafidz Abbas Berharap Ada Pemimpin Baru Yang Dapat Menyelamatkan Indonesia

68
0
BERBAGI

RadarKotaNews – Kita melihat 20 tahun reformasi refleksi ini ingin saya melihat sedikit apakah bubar NKRI ini atau apakah akan menjadi negara raksasa yang hebat dan maju.

Hal tersebut di sampaikan mantan Komnas HAM, Prof. Dr. Hafidz Abbas dalam dialog Kebangsaan VI GENTARI (Generasi Cinta Negeri) bertajuk “2019 Presiden Harapan rakyat” di Hotel Sofyan Jalan Prof. DR. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (14/05)

Sambung Hafidz, dalam kaitan itu ingin saya melihat beberapa isu – isu ada isu yang bersifat berulang solah olah kita tidak punya cara untuk menyelesaikan terus ada isu kontemporer dan ada isu yang belum meledak, pertama isu pertanahan karena 0,2% kelompok pengusaha mengusai 74% tanah, dapat dibayangkan negara yang amat besar ini 74% mayoritas dikuasai 0,2% penduduk dan ini sangat tidak ideal bagi masa depan negara.

“Laporan PBB mengenai tanah di DKI itu 45% tanah dikuasai oleh pengusaha ini, dan itu banyak ditemui di kota – kota lain.”katanya.

Dikatakan Hafidz, Dulu kita miskin waktu jaman Bung Karno tapi kita dapat menjaga kedaulatan kita karena kita ingin mengelola kekayaan kita sendiri, waktu saya di Komnasham 170 kali penggusuran di Jakarta, isu tenaga kerja China Natuna pulau kita diakui oleh China padahal itu negara Indonesia karena apa sekarang China negara terkuat no. 2 setelah Amerika.

Pada saat itu ada momentum yang baik dari China karena kita memberi bebas visa nah ini membanjir, terus dikasih fasilitas kedua kamu boleh menggunakan bahasa China tidak usah bahasa Indonesia kalo menggunakan bahasa Indonesia kan perlu kursus lagi.

Sementara kata Hafidz, Negara China malah tidak ada timbal balik sama Indonesia, orang Indonesia datang ke China bayar 100 dolar tapi jika orang China ke Indonesia dapat gratis kita ini baik tapi mereka jahat dengan kita jadi ini mengingkari, jadi kekayaan negara bisa jadi tidak ada generasi penerus kita karena sudah diambil mudah – mudahan kita selamat.

Yang berikutnya tambah Hafidz, isu kesenjangan sosial Indonesia tidak mungkin tidak menghadapi kemiskinan karena strukturnya sangat rawan saya harap ada pemimpin baru yang dapat menyelamatkan Indonesia.

‘Kami juga ingin bapak ibu melihat pengalaman Malaysia harus ada kekuasaan yang memihak kelompok pribumi ini kalau tidak jauh lebih jahat dari pada penjajahan, jadi dengan itu saya kira pengalaman Malaysia mari kita lihat bangsa lain menyelamatkan negaranya.”ajaknya. (Adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here