Beranda Nasional Perang Asymetrik Perlemah TNI/Polri Melalui Isu Wacana Satpol PP Minta Disetarakan..

Perang Asymetrik Perlemah TNI/Polri Melalui Isu Wacana Satpol PP Minta Disetarakan..

0
BERBAGI

Radarkotanews.com – Beredarnya isu bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menginginkan satuannya disetarakan dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Polri. Sekjen Konsorsium Penyelamat Aset Bangsa (KPAB) Endro S, Sadjiman mengatakan ada unsur pelemahan terhadap TNI yang dianggap sampai saat ini sangatlah strategis dan merupakan kekuatan persatuannya sangat tinggi.

Lanjut Endro, jika dikaitkan dengan adanya isu wacana Satpol PP ingin disamakan dg TNI, maka kita harus mewaspadai hal ini sama dengan tahun 65 dimana PKI berencana membuat angkatan ke 5 setelah AD, Al AU, Polri. Angkatan ke 5 yang semula di usalkan PKI dengan tegas ditolak tegas oleh TNI AD. Usulan PKI supaya buruh dan tani diberikan senjata untuk keperluan Tentara cadangaap akan dimanfaatkan oleh PKI sebagai Tentara Khusus PKI, seperti Nazi dengan tentara SS nya.

“Ada kesengajaan membuat lemahnya TNI dimata masyarakat luas,” ucap Endro kepada radarkotanews, di Jakarta (26/3/2016).

Menurut Endro, inilah perang Asymetrik yang terang benderang dan tidak diantisipasi dengan bijak. Disatu pihak TNI dilemahkan di satu pihak sipilnya dipublikasikan.

foto yang beredar di Medsos
foto yang beredar di Medsos

 

“Kekuatan sipil yang ingin disamakan dengan TNI jelas merupakan upaya cantik memperkuat pemilik modal yang memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar,” terangnya.

Edro juga menjelaskan tentang Konvensi Jenewa mengenai Kombatan yang isinya konvensi Jenewa,  secara tegas telah meletakkan prinsip dasar perlindungan bagi masyarakat sipil ketika terjadi konflik bersenjata.

Aplikasi dari perlindungan sipil tertuang dalam Distinction Principle (prinsip perbedaan), dimana dalam negara yang sedang berperang, maka penduduknya dibagi dalam dua kelompok besar yaitu combatan (kombatan) dan civilian (masyarakat sipil).

Dalam keseharianya, perbedaan keduanya tampak jelas dari pakaian dan atribut yang dikenakannya. Combatan menggunakan seragam dan atribut militer, semenara civilian menggunakan seragam dan atribut sipil.

Pembedaan pakaian ini bukan tanpa tujuan. Kombatan dengan seragam dan atribut mliter yang dikenakan menjadi petunjuk bahwa mereka adalah kelompok yang secara aktif ikut dalam medan perang.

” Kasian sekali negara ini. Harusnya peran aktif Kepala BIN untuk mendeteksi jejak lawan, apa karena Sutiyoso sudah sepuh yang gak mempunyai pengalaman tiliksandi,” ujarnya.

Endro Menilai bahwa para infiltran sudah siap disegala lini utuk meledakkan NKRI setiap saat. Golongan kiri sudah mapan dan mencoba membangun kekuatan angkatan ke 5 !!.

“Memang hebat si dalang kunyuk untuk menciptakan sinetron yang mudah ditelan publik,” tandasnya.

Endro meminta kepada Aparat agar segera menelusuri sumber publikasi pelemahan TNI karena ini setara dengan serangan subversi versi perang asimetrik.

“Demikian juga cari siapa sumber yang mghendaki Satpol PP setara dengan TNI,” tukasnya. (AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here