Beranda Nasional Penggusuran Ahok Terhadap Pribumi Tidak Mungkin Terjadi Di Negara-negara Maju

Penggusuran Ahok Terhadap Pribumi Tidak Mungkin Terjadi Di Negara-negara Maju

0
BERBAGI

Radarkotanews.com – Pendiri Gerakan Rakyat Bergerak Yang memopulerkan kalimat Aseng Sri Bintang Pamungkas (SBP) menilai bahwa Si Gareng (Ahok) memang berhitung dengan cara Cina tentang manfaat dan biaya dalam relokasi atau yang disebut pengusuran kampung pribumi.

SBP menjelaskan cara Ahok menghitung alah hitungan Cina tentang manfaatnya dan biaya dalam relokasi kampung pribumi.

Untuk sisi biaya :
1. Membangun Rusunawa:
a. Jumlah unit terbatas hanya diperuntukan calon penghuni yang memenuhi syarat Ahok.
b. Luas ruang per unit terbatas.
c. Fasilitas jalan masuk, listrik, dan air bersih
d. Lift dan dapur untuk ramai-ramai.
2. Tidak semua warga (1.300 jiwa) bisa pindah.
3. Ganti rugi untuk warga bagi yang bersertifikan dan tidak.
4. Fasilitas Tempat Kerja khusus dan sekolah untuk anak-anak warga pindahan (TIDAK ADA)
5. Fasilitas pindah warga serta pindah sekolah anak-anak.
6. Komunikasi, Msyawrah dan Negosiasi Pemda dg Warga
7. Proses relokasi yang tertib dan manusiawi
8. Pengerahan Polri/TNI dan alat-alat Berat

Sedangkan sisi manfaat :
1. Tidak ada banjir di Kampung Pulo yang merugikn aset dan jiwa.
2. Hasil sewa penghuni.
3. Hasil pajak dll dari Fasilitas-fasilitas pertokoan, mall dan perkantoran para pebisnis.
4. Tertib lalu-lintas, pemandangan bagus di Kampung Pulo.

“Ternyata Ahok menuai manfaat lebih besar daripada biaya yang mau ditanggung,” ucap SBP dalam rilisnya (20/8/2015).

Menurut SBP terjadinya pengusuran biadap dan tidak pancasilais yang melibatkan anggota kepolisian. Terjadinya proses ketidak adilan pada luas tanah yang sudah ditempati oleh individu-individu, khusunya Cina-Cina sekalipun WNI tapi pendatang dibanding rusun yang dihuni pribumi. Ahok lebih kejam Belanda,” tandasnya, tanah air ini milik pribumi bahkan sebelum merdeka.

“Di negara-negara maju tidak ada cara-cara seperti Ahok, semua serba damai, terti dan puas,” pungkasnya.(tk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here