BERBAGI

RadarKotaNews – Undang-undang Pemilihan Umum yang ada saat ini dianggap masih lemah. Utamnya dalam hal penggunaan politik SARA.

Demikian pendapat pengamat politik yang juga Direktur Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, dalam acara diskusi, “Pemilu Damai Tanpa Politisasi SARA”, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/7//18).

Padahal, kata Karyono, politik SARA lebih berbahaya dari politik uang.

“Isu SARA itu sangat berdampak lebih besar dari politisi uang,” kata Karyono.

Dampak dari politik SARA sendiri, bisa membuat bangsa Indonesia hancur. Oleh sebab itu, dirinya berharap isu SARA bisa sepenuhnya hilang dalam pelaksanaan Pemilu di Indonesia.

“Dampak dari (politisasi) SARA sangat besar bagi bangsa Indonesia.”

Dirinya mengakui jika sistem demokrasi Indonesia saat ini sangat berpeluang besar, bagi kontestan Pemilu untuk menggunakan isu SARA agar dapat menang.

Berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, sebanyak 80 persen responden menyatakan memilih pemimpin harus yang se-agama.

“Isu SARA sangat tidak benar dan harus dihindari dalam Pemilu 2019 nanti sehingga menjadi pemilu yang aman dan damai.” (Wawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here