Beranda Politik Pengamat: Proses Demokrasi Kita Tidak Berjalan Linier

Pengamat: Proses Demokrasi Kita Tidak Berjalan Linier

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Siapapun yang melakukan gerakan berafiliasi tertentu maka ini pelanggaran. Politik adalah satu-satunya arena pertarungan paling menarik. The only game town. Akumulasi kekuatan adalah bagian dari freedom of expretion. Persoalannya harus ada definisi soal penyampaian pendapat.

Hal tersebut di sampaikan Pengamat Politik LIPI, Indria Samego, di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/08).

“Kita lihat bahwa kenapa di negara-negara maju bebas menyampaikan pendapat. Freedom of expretion kalau pakai penggalangan massa yang begitu banyak tentu ada warning. Karena kita sebagai warga negara punya hak meminta penegakan hukum,”katanya.

Menurutnya, ada etika berpolitik, tiap orang punya hak menyampaikan ekspresi dan berpendapat. Masing-masing harus saling menghormati kebebasan berpendapat.

Pasalnya, Tagar 2019 ganti presiden, Indria menilai gerakan mereka tidak ada pelanggaran. Kemudian soal Bawaslu dan KPU aja kan gak bereaksi dan mungkin mereka bingung. Itu jelas-jelas dari sisi politik harus ada etika dan moral. Jadi bukan soal salah benar soal hukum, tapi soal layak atau tidak.

“2019 adalah tahun pemilu, jelas. Jadi sebetulnya sudah ada timeline yang pasti bahwa april adalah penentuan apakah Jokowi lanjut atau harus gantian dengan Prabowo.”tukasnya

Kalau seandainya pemilih kita punya kedewasaan berpolitik, mereka akan katakan i dont care soal hastag itu. Mau ngomong apapun yang pro atau kontra jokowi, kita tetap berada di garis sikap bahwa kita akan menentukan pilihan kita di pencoblosan nanti.

Ia menilai, Proses demokrasi kita tidak berjalan linier yakni hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik dari hari ini, tapi demokrasi kita seperti siklus. Ini buruk sekali, sebut Indira, kalau sampai ada pemaksaan dan ada tindakan inkonstitusional. Tagar ini kampanye atau bukan. Politisi bisa cari-cari terminologi. Mahar disebut uang saksi kemudian masalah hukum selesai.

“Kunci semua ini ada di kita. Kita punya hak mutlak untuk menentukan. Suara rakyat adalah suara Tuhan itu kita buktikan. Kita gak terpengaruh dengan provokasi Neno Warisman dan Ahmad Dhani atau dari kelompok Jokowi.” tutupnya.(wawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here