Beranda Politik Pengamat : Berebut Pengaruh Pemilih Muslim Modernis di Pilpres 2019

Pengamat : Berebut Pengaruh Pemilih Muslim Modernis di Pilpres 2019

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Pengamat Politik IAIN Ciputat, Adi Prayitno menyebut bahwa agama yang paling Tradisional itu NU, dimana Selamatan membakar Menyan. Islam itu agama yang lahir belakangan sebelum agama Hindu dan Budha di Indonesia.

“Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan modernis atau reformis dalam paradigma gerakan Islam,”kata Adi dalam diskusi dengan mengangkat tema “Berebut Pengaruh Pemilih Muslim Modernis di Pilpres 2019,” di Rumah KB PII, jalan Cibitung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kamis (7/2/19)

Lanjut Adi, gerakan modernis-reformis percaya pada kesempurnaan dan kemenyeluruhan ajaran, tetapi aktualisasinya tidak terpaku pada struktur atau format legal-formal apalagi pemisahan, tetapi lebih menekankan pada aktualisasi nilai-nilai Islam secara objektif dalam kehidupan.

Menurut dia, Islam dalam paradigma modernis atau reformis ditampilkan sebagai agama yang mampu menghadapi dan memberikan jawaban atas perkembangan zaman tanpa harus kehilangan fondasi dan prinsip dasar ajarannya.

“Saya sebagai pengamat ada yang yang tidak setuju dengan Qunut, bila yang pakai Qunut itu pastinya lari ke PKB dan yang tidak Setuju ke PAN karena PKB adalah kebanyakan orang NU, dan PAN kebanyakan Orang Muhammadiyah.”Jelas Adi Prayitno.(Adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here