Beranda Politik Pemilu Berdaulat Negara Kuat

Pemilu Berdaulat Negara Kuat

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Pemilu dalam demokrasi merupakan salah satu indikator terpenting tanpa ada pemilu dianggap tidak ada demokrasi dan kualitas pemilu menjadi salah satu indikator penting kualitas demokrasi.

“Pemilu merupakan momentum kedaulatan rakyat.”kata Pengamat Politik Univ Paramadina, Djayadi Ph.D, dalam diskusi bertema “Memperkuat Masyarakat Madani Menuju Penuju Pemilu 2019 Yang Berkeadaban : Cerdas Digital. Cinta Damai dan Ketertiban,” di Madjid, Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/18)

Satu-satunya cara menurut Djayadi,
yang berkala dimana rakyat secara bersama-sama menjalankan kedaulatannya. Sebab mekanisme pertangungjawaban vertikal dari rakyat kepada rakyat, kalau kinerjanya baik dipilih lagi, disitu rakyat menjadi Bos.

Karna itu, Pemilu merupakan mekanisme evaluasi rakyat kepada para pengambil kebijakan yang dipilih. Sebab, mekanisme menentukan arah perjalanan negara dalam masa tertentu ke depan. Termasuk unsur-unsur dalam pemilu yaitu partisipasi, kompetisi, akuntabilitas, rule of law, dilaksanakan secara bebas dan berkedilan dan tujuan menghasilkan pemerintahan yang responsif kepada kebutuhan rakyat.

Pasalnya, Pemilu di Indonesia, sudah dilaksanakan ribuan kali, pilkda sejak 2005 sudah lebih dari 3 putaran. Pemilu di Indonesia adalah salah satu dianggap baik di dunia, selalu memperoleh skor tertinggi dalan freedom rating oleh Freedom House.

“Pemilu 2019 sangat komplek, dengan 2 jabatan presiden dan Wakil Presiden, 575 orang jabatan DPR, 136 orang anggota DPD dan 20.000 anggota legislatif di Prov dan Kab/Kota dan yang mengurus pemilu hampir 5 juta orang sampai tingkat TPS sama dengan penduduk Singapura,”terangnya

Djayadi juga menyebut masyarakat Indonesia hampir 70 persen percaya demokrasi adalah sistem terbaik walapun tidak sempurna. Tingkat kepuasan orang Indonesia pada demokrasi naik dan turun, tetapi sejak 2010 kepuasan terhadap Pemilu cenderung naik. Orang Indonesia memperoleh informasi politik melalui TV dan Internet, Koran dan radio ada tetapi sedikit. Sementara, Medsos yang paling banyak Whastapp, FB, Youtube dan seterusnya.

Karena itu, Orang Indonesia secara umum tidak tertarik sama politik, 40 persen percaya dengan DPR, bicara politik dengan keluarga hanya 14 persen.

“Dalam penelitian orang yang datang ke pemilu hampir 93 persen wajib datang, meskipun tidak ada yang mewajibkan. Sementara, masyarakat menilai pemilu bagus dan optimis akan memberikan sesuatu yang lebih baik.”jelasnya.(adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here