Pemda Kepsul Rekrut Kyai Jember Penghafidz Al-Qur’an

Kepsul, RadarKotaNews – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) melalui bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) melakukan kerja sama dengan Kyai asal Pondok Pesantren As-Suniyah Jember-Jawa Timur untuk melakukan kerja sama Pengembangan Agama Islam melalui Masjid. MOU ini sendiri dilakukan di ISDA (Istana Daerah), Sabtu (12/10).

Kerjasama ini dimaksud dengan menempatkan KH. Ahmad Sadid Jauhari asal ponpes As-Suniyah Jember menjadi salah satu Imam di Masjid Agung Al-Istiqomah Sanana yang merupakan masjid Raya Sula untuk mengembangkan Agama Islam berupa kegiatan pengajian dan hafalan Al-Qur’an, Qiroah, Tilawah serta berbagai kajian lainnya mengingat Masjid bukan hanya untuk beribadat namun juga bisa menghidupkan suasana masjid serta memakmurkannya.

Sementara itu Bupati Kepsul Hendrata Thes dalam sambutan yang dibacakan Assisten I Setda Drs. Umar Umabaihi mengatakan bahwa Sula memang membutuhkan seorang Ulama, Ustad atau Guru yang profesional dan berpengalaman dibidangnya untuk mengaplikasikan ilmunya di sini, baik kepada para Imam Masjid dan Khatib atau juga untuk para santri yang hari ini sedang belajar di Taman Pengajian Al-Qur’an atau tasbag lingkup Kepsul.

Para Pejabat Pemda Kepsul terlihat pada Penandatanganan MOU ini, hadir pula Ketua MUI Kepsul Abd. Rahman Kharie, Kasi Bimas Islam Kemenag Kepsul Bobi Fahrudin, dan Kasat Bimas Polres Sula AKP. Sukarno.

Kabag Kesra Pemda Kepsul Haryono Subiyanto dalam kesempatan ini mengatakan,

“bahwa ini langkah awal untuk Kita mengembangkan Agama Islam melalui masjid, Proyeksinya kan Islamic Centre namun hal ini kita lakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah, namun minimal langkah awal ini sudah kita mulai,” ujar Haryono.

Dikatakan melalui kerjasama ini diharapkan ada peningkatan kwalitas pelayanan terhadap umat. Masjid Agung Al-Istiqomah akan menjadi pusat kajian dan pengembangan agama islam di Sula yang kemudian bisa mengalir ke semua Kecamatan dan Desa di Kepulauan Sula.

Ketika ditanyakan target kedepan dalam kerjasama ini, Haryono mengatakan bahwa target jangka pendek adalah persiapan MTQ dan STQ sedang jangka panjang menjadikan masjid Agung atau Masjid Raya Sanana sebagai Islamic Centre, sebagai pusat kajian dan pengembangan agama Islam di Kepsul.

“Jadi sesuai juga dengan arahan Pak Bupati, beliau sebagai Kepala Daerah dan Pembina MCM (masyarakat cinta masjid) walau beliau bukan seorang Muslim, beliau sangat mendukung pengembangan Dakwah Islam beliau tidak pernah menghalangi dan justeru mensupport secara penuh,” beber Haryono.

Haryono juga mengatakan nanti metodenya adalah melalui rekruitment dari masing-masing Desa untuk ditempa dalam kurun waktu tertentu, ketika sudah waktunya diharapkan bisa kembali ke Desa untuk mengamalkan ajarannya sebagai Imam atau Khotib dan juga sebagai pengajar Al-Qur’an.

“Jadi Program ini mendukung yang sudah ada seperti Ponpes di Desa Jere, untuk Hafidznya, Imam dan Khatib kita perbagus lagi. Serta juga kita meminimalisir krisis Ulama, seperti femomena masjid di Sula ada yang tidak melaksanakan Sholat Jumat karena Imamnya terbatas, karena Ulamanya sedikit, jadi kita harus menjawab itu,” tutup Kabag Haryono mantap. (RL)