Pemda Kepsul Melalui Bagian Kesra Gelar Pelatihan Imam dan Khatib

Kepsul, RadarKotaNews – Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula (Kepsul) melalui bagian Kesra menggelar Pelatihan Imam dan Khatib bertempat di Gedung Sekolah Aliyah Negeri Sanana, Selasa Pagi (8/10).

Acara yang berlangsung selama dua hari ini dibuka langsung oleh Ass I Drs. Umar Umabaihi mewakili Pemda Kepsul serta di hadiri Ass II Bpk. Arif Umasugi, Para Kepala OPD, Forkopimda, Ketua PN Sanana, Wakapolres Kepsul, para Kepala Bagian, Ormas dan OKP se-Kabupaten Sula, dan para peserta yang terdiri dari Imam juga Khatib di Masjid Kota Sanana dan sekitarnya, serta para Ibu dan Bapak Ketua Majelis Ta’lim se-Kepulauan Sula.

Bupati Kepsul Hendrata Thes dalam sambutan yang dibacakan Ass. I Drs. Umar Umabaihi mengatakan, perlu kiranya dilakukan Pembinaan kepada para Imam dan Khatib masjid sehingga bisa lebih memakmurkan para jemaatnya.

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Kesra Pemda Kepsul, Haryono Subiyanto mengatakan, “Kegiatan Hari ini lebih kepada manajemen Takmir Masjid dan Majelis Ta’lim. Jadi Kita harus lebih maju, bahwa selama ini kita berpikir masjid dan ta’lim hanya sebagai tempat sholat atau mengaji padahal kita bisa merevitalisasi peran masjid dan ta’lim sebagai pusat peradaban Umat,” ucap Kabag Haryono.

Lebih jauh Kabag Kesra Haryono menjelaskan, saat Kita berdo’a “Allahumma inna nas’aluka salamatan fiddin, wa’afiyatan fil jasadi, waziyadatan fil ilmi, wabarokatan fir rizki… maka masjid yang pertama harus sebagai penyelamat Umat, penyelamat akidah, sebagai layanan kesehatan umat, sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan, serta kekuatan ekomomi Umat dan seterusnya, sehingga banyak manfaat yang kita gali nanti dari sekedar yang pokok tadi yakni Sholat 5 waktu dan Ibadah Sholat Jumat.
Untuk itu kedepan Masjid bisa saja membuka kegiatan seperti PAUD, kajian MTQ dan sebagainya. Untuk itu nanti kita akan terapkan 7 program Aksi manajemen Masjid.

“Program ini juga berkaitan dengan arahan Pak Bupati sebagai Ketua Pembina MCM (Masyarakat Cinta Masjid), bahwa harus ada perhatian terhadap kepentingan – kepentingan Umat beragama, termasuk Agama Islam,” beber Haryono.

Sebagai penutup Kabag Kesra yang juga Alumni HMI atau Pengurus KAHMI Kepsul menjelaskan bahwa kegiatan ini sesuai tema besarnya “Marilah Kita memakmurkan rumah Allah (masjid) dan Allah pasti memakmurkan Kita”, jadi kembali kepada fitrahnya masjid harus menjadi pusat peradaban Umat bukan malah sebaliknya, masjid sebagai alat pemecah-belah umat, untuk itu Kita harus menetralisir ajaran-ajaran radikalisme, paham ektrimisme yang kemudian coba digiring masuk masjid. Seharusnya Kita sudah berpikir bagaimana memakmurkan masjid dengan memperkuat manajemen masjid tadi. Jadi harapan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pelayanan terhadap Umat di masing-masing masjid itu sendiri.

Sementara itu dikabarkan salah satu pemateri dalam kegiatan ini adalah DR. KH. Saleh Kosim Wakil Ketua Lembaga Takmir (penggerak) masjid Indonesia yang juga merupakan trainer Islam Internasional dan seorang penulis buku yang salah satu judul bukunya adalah “Masjid sebagai benteng NKRI”.

Pada kesempatan yang sama Kepala Seksi (Kasek) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Fahrudin mengatakan,
“Kita dari kemenag yang merupakan lembaga vertikal mempunyai tanggung jawab yang sama dalan konteks melakukan pembinaan umat, jadi kegiatan ini hasil komunikasi sektoral dengan pihak kesra yang betujuan melahirkan para Imam dan Khatib yang mempunyai kualifikasi terbaik untuk memberikan pelayanan maksimal kepada umat,” terang Fahrudin.

Masih di tempat yang sama, salah satu peserta kegiatan yang berhasil kami wawancari mengatakan, “Kami menyambut baik kegiatan ini, yang pastinya bertujuan untuk membuat Kami lebih baik lagi, meningkatkan kwalitas Kami untuk melayani para Umat. Kalo di Masjid Agung, hal-hal yang berkaitan dengan ini sudah diterapkan, mungkin dengan adanya kegiatan ini bisa lebih baik lagi,” ucap Munawar Syria yang merupakan Imam Masjid Agung Desa Falahu-Sanana. (RL)